Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Psikolog: Penampilan Prabowo Saat Debat, Cerminkan Sosok Negarawan

Alex Dungkal dan Emral Ferdiansyah, Senin, 16 Juni 2014 | 19:22 WIB

Psikolog: Penampilan Prabowo Saat Debat, Cerminkan Sosok Negarawan
JAKARTA – Penampilan calon presiden (capres) nomor urut satu, Prabowo Subianto dalam debat capres, kemarin, dinilai mencerminkan kenegarawanan. Prabowo juga dianggap cenderung dapat merangkul semua pihak dan golongan.

“Seorang Presiden mutlak harus bisa merangkul semua pihak, visioner dan berpandangan makro. Prabowo menang mutlak dalam debat tadi malam,” kata psikolog politik dari Universitas Indonesia, Dewi Haroen di Jakarta, Senin (16/6).

Menurut dia, figur presiden harus berdiri di atas semua golongan dan kepentingan. “Presiden yang seperti itu biasanya tahu apa yang harus dikerjakan agar rakyat lebih sejahtera dan negara berjalan dengan baik. Presiden harus memperhatikan kepentingan semua golongan,” ujarnya.

Dia menyatakan, keunggulan Prabowo dibandingkan capres nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi) juga dapat terlihat dari sisi lain. Dia mencontohkan terkait penggunaan istilah "saya" dan "kita" oleh kedua capres.

Dia mengemukakan, Jokowi cenderung menggunakan kata "saya", ketimbang "kita". Sebaliknya kata-kata Prabowo malah jauh lebih banyak menggunakan kata "kita".

“Keterbatasan pemahaman Jokowi menyebabkan dia memakai istilah ‘saya’ pada sesi visi dan misi. Sebab, dia bercerita tentang pengalamannya ketika jadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Padahal, visi misi harusnya merujuk pada sesuatu yang akan datang, rencana yang akan dilakukan oleh kabinetnya. Bukan pengalaman Jokowi,” ucapnya.

Sementara itu, dari sisi sikap dan gestur, menurut dia, jawaban Jokowi sering disampaikan dengan gagap. “Sebagai psikolog, saya tahu bahwa jawaban gagap artinya yang bersangkutan ragu dan tak yakin pada jawabannya sendiri," katanya.

“Saya mencatat tiga kali dia tergagap, antara lain ketika menjawab, 'dua anak' ketika menyoal BKKBN dan lima kali terhenti sejenak,” imbuhnya.

Sebaliknya, masih kata Dewi, intonasi suara Prabowo selalu bersemangat dan stabil. “Bahasa tubuhnya menunjukkan dia fair, pribadi yang hangat dan spontan. Lihat saja ketika sampai soal ekonomi kreatif, Prabowo tak segan menghampiri Jokowi dan memeluknya. Itu menunjukkan kebesaran jiwanya. Itu pemimpin yang tepat untuk Indonesia,” pungkasnya. (Suara Pembaruan/C-6/JAS)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA