Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
KUASA hukum PT Brahma Adhiwidia (BA) Andreas FK saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (18/10)

KUASA hukum PT Brahma Adhiwidia (BA) Andreas FK saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (18/10)

PT Brahma Adhiwidia Ajukan Surat Permintaan Penyegelan Gedung Lumina Tower ke Pemprov DKI

Imam Suhartadi, Sabtu, 19 Oktober 2019 | 20:23 WIB

JAKARTA - Kuad hukum PT Brahma Adhiwidia (BA) Andreas FK meminta pemerintah provinsi DKI Jakarta agar melalukan penyegelan terhadap gedung Lumina Tower, The Kuningan Place, Jakarta Selatan.

Permintaan tersebut disampaikan Andreas FK saat menggelar jumpa pers di HopeClat Resto, Permata Kuningan, Jakarta Selatan Jum'at (18/10).

Andreas FK mengungkapkan, pihaknya sudah mengirimkan surat permintaan penyegelan tersebut kepada Pemprov DKI Jakarta tanggal 16 September 2019.

"Surat permintaan dari kami nomor 16/BAW-AFKA/IX/2019 perihal pelaksanaan tentang peraturan Gubernur nomor 128 tahun 2012 Tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung itu sudah kita sampaikan dan diterima tanggal 18 September 2019. Kita tinggal menunggu eksekusinya saja," kata Andreas.

Andreas menceritakan kasus dugaan penipuan yang dialami kliennya PT BA tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak sejak tahun 2011 lalu. Kliennya, menurut Andreas, diduga ditipu oleh PT. Kemuliaan Megah Perkasa (PT. KMP), pimpinan Yusuf Valent yang menjual unit ruang kantor yang ternyata adalah auditorium, di lantai 7 dan 8 Lumina Tower, The Kuningan Place.

"Meskipun klien kami hanya punya hak di lantai 7 dan 8 namun kita minta gedung Lumina Tower seluruhnya disegel," terang Andreas.

Lebih lanjut Andreas menjelaskan alasan permintaan menyegel gedung Lumina Tower, The Kuningan Place karena tidak adanya Sertifikat Layak Fungsi (SLF).

"Kami juga mendapat informasi jika gedung itu belum lengkap ijinnya. Sehingga gedung itu harus disegel ataupun dibongkar. Ini sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 128 tahun 2012 Tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung," tuturnya.

Dijelaskan Andreas, atas dugaan penipuan tersebut kliennya mengalami kerugian hingga Rp100 miliar.

"Itu baru klien kami saja. Bayangkan saja berapa banyak yang menghuni gedung Lumina Tower," pungkas Andreas.

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA