Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja menyelesaikan pemasangan papan pengumuman tentang pengambil alihan pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di depan pintu masuk TMII, Jakarta Timur, Rabu (7/4/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Pekerja menyelesaikan pemasangan papan pengumuman tentang pengambil alihan pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di depan pintu masuk TMII, Jakarta Timur, Rabu (7/4/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

PT Taman Wisata Candi Berpeluang Kelola TMII

Jumat, 16 April 2021 | 18:41 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA-PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) berpeluang  mengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Mekanisme pengelolaan dalam bentuk kerjasama pemanfaatan barang milik negara antara Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dengan PT TWC.

Hal itu dikemukan Direktur Barang Milik Negara Direktorat Jenderal kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Encep Sudarwan. Meski demikian, keputusan tersebut belum final sebab pemerintah masih terus mengkaji Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dianggap cocok mengelola TMII.

"Apakah BUMN ITDC atau TWC? Nanti akan dilihat, tapi kemungkinan TWC sih. Saya belum terima proposal dari Setneg, tapi setidak setidaknya antara itu, tapi ke TWC," ujar Encep dalam diskusi virtual mengenai Pengambilalihan TMII, Jumat (16/4).

Perpres pemindahan penguasaan dan pengelolaan TMII sudah merinci secara jelas jika BMN (Barang Milik Negara) ingin dimanfaatkan oleh pihak lain, harus memberikan tiga kontribusi kepada negara.  Pertama, kontribusi tetap,  kedua profit sharing, dan ketiga BMN yang dimanfaatkan  pihak lain maksimal hanya berjangka 30 tahun.

Selain itu, ia memastikan bahwa pengelolaan TMII tidak hanya berbicara mengenai penerimaan negara. Sebab ada aspek lain yang didapatkan atau aspek non finansial yakni TMII dapat memberikan informasi wawasan pendidikan, kebudayaan dan pariwisata kepada masyarakat dan negara.

"TMII gak hanya finansial tapi non ekonomi.  Bagaimana masyarakat bisa menikmati pendidikan, kebudayaan pariwisata jadi aspek non finansial akan kita kaji itu kan manfaat buat negara"tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan,  ada enam bentuk pemanfaatan BMN. Pertama sewa, kedua pinjam pakai, ketiga kerjasama pemanfaatan (KSP), keempat bangun guna serah bangun serah guna, kelima kerja sama penyediaan infrastruktur (KSPI), dan terakhir kerjasama terbatas untuk penyediaan infrastruktur (Ketupi).

Menurutnya konsep kerja sama  BMN antara kementerian/lembaga dengan swasta untuk mengelola aset negara hal yang lumrah. Sebagai contoh TNI memiliki aset berupa tanah untuk dijadikan lapangan golf. "Contoh fakta di Halim, Cawang, kan ada lapangan golf tuh, kan itu bukan bidang TNI kelola lapangan golf, justru dikerjasamakan dengan swasta," tuturnya.

Tak hanya itu, aset yang dikerjasamakan dengan swasta dan pihak lain dinilainya juga lebih produktif dan berkontribusi pada penerimaan negara. "Bagus kan, lingkungan jadi bagus, nilai aset meningkat, ada penerimaan negara, cost enggak ada, dan itu lebih produktif dan lebih efisien," tuturnya.

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN