Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kawasan Monas. Foto ilustrasi: Joanito De Saojoao

Kawasan Monas. Foto ilustrasi: Joanito De Saojoao

RAPBD 2021 Disepakati Rp 82,5 Triliun

Jumat, 27 November 2020 | 06:17 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyepakati Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(RAPBD) Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 82,5 triliun.

Anggaran sebesar Rp82,5 tri liun itu terdiri atas postur pendapatan daerah sebesar Rp 72,20 triliun dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp51,27 triliun, pen dapatan transfer Rp 17,51 triliun dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 3,42 triliun.

"RAPBD 2021 sebesar Rp 82,5 triliun," kata Anggota Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz di Jakarta, Kamis (26/11).

Selanjutnya, postur belanja daerah senilai Rp 72,98 triliun. Besaran ini telah dirasionalisasi terhadap postur belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga (BTT) dan belanja transfer untuk dinolkan berdasarkan kesepakatan Banggar dengan jajaran eksekutif yang diwakili TAPD. Untuk postur penerimaan pembiayaan daerah diproyeksikan Rp10,29 triliun dengan Sisa Lebih Penghitungan APBD (SiLPA) 2020 Rp2,02 triliun dan penerimaan pinjaman daerah sebesar Rp8,27 triliun.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD DKI Jakarta untuk Tahun Anggaran 2021 dalam rapat di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Pada Jumat (27/11) rapat paripurna kembali digelar. Rapat ini beragendakan pemandangan umum fraksi DPRD DKI Jakarta terhadap Raperda APBD DKI 2021.

Fokus Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria dalam keterangan persnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/9/2020) malam. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)  Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 ke pada DPRD Provinsi DKI Jakarta dalam Sidang Paripurna, Kamis (26/11).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan bahwa dalam Raperda APBD tahun depan Pemprov DKI Jakarta masih fokus pada penanganan pandemi Covid-19.

“Penyusunan APBD tahun 2021 masih terfokus pada pena nganan pandemi Covid-19. Kita samasama belum bisa memperkirakan dan mengetahui secara pasti apakah pandemi berakhir tahun 2021 mendatang. Untuk itu, dengan ini akan ada penyesuaian anggaran di tahun 2021,” ungkap Anies seperti dikutip dari Siaran Pers PPID DKI Jakarta, Kamis (26/11).

Anies juga menyampaikan kebijakan umum dalam rancangan tersebut yang meliputi kebijakan Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, dan Pembiayaan Daerah. Untuk Pendapatan Daerah akan diarahkan kepada peningkatan pendapatan asli daerah, pengelolaan dana transfer, dan peningkatan lain-lain Pendapatan Daerah.

Sedangkan untuk belanja daerah akan diarahkan kepada pencapaian visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur sebagaimana tercantum dalam RPJMD 2017- 2022 yang diantaranya mendorong kegiatan yang bersifat strategis, implementasi strategi pembangunan, memenuhi kewajiban penyediaan anggaran pendidikan, mengalokasikan anggaran pada sektor yang menyentuh masyarakat, memberikan bantuan dalam bentuk subsidi, hibah, bansos serta belanja yang menunjang pertumbuhan ekonomi, peningkatan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dukungan kepada kebijakan nasional, dan penanggulangan dampak pandemi Covid-19.

“Selanjutnya untuk pembiayaan daerah, sumber penerimaan pembiayaan pada tahun 2021 direncanakan berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun 2020 dan penerimaan pinjaman daerah pemulihan ekonomi nasional (PEN), dan penerusan pinjaman dari pemerintah untuk proyek MRT,” terangnya.

Anies juga memaparkan total Rancangan APBD 2021 sebesar Rp 82,5 triliun atau meningkat sebesar 30,4% jika dibandingkan Perubahan APBD 2020.

Untuk Pendapatan Daerah tahun 2021 direncanakan sebasar Rp 72,2 triliun. Sementara itu, untuk belanja daerah direncanakan sebesar Rp 72,98 triliun berupa belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga, dan belanja transfer. Raperda APBD 2021 yang telah diserahkan ke DPRD ini diharapkan dapat dibahas dengan cepat dan tepat agar segera dimplementasikan.

“Kami berharap pembahasan oleh fraksi bisa berjalan dengan cepat sehingga kita punya RAPBD untuk 2021 untuk detailnya nanti (dijelaskan) setelah pembahasan dari para fraksi,” pungkasnya. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN