Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Sumber: BSTV

Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Sumber: BSTV

Ridwan Kamil: Keren! Ganjil Genap Kota Bogor Turunkan Kasus

Jumat, 5 Maret 2021 | 10:23 WIB
Vento Saudale

BOGOR, investor.id  – Gubernur Ridwan Kamil mengapresiasi kebijakan Kota Bogor dalam ganjil genap yang dinilainya dapat menurunkan angka kasus Covid-19.

Hal itu dikatakan Ridwan Kamil saat melakukan rapat koordinasi Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) di Kodam Jayakarta, Jakarta, Kamis (4/3/2021). Ia melihat, setiap wilayah di Jawa  Barat mempunyai kebijakan berbeda-beda dalam penanganan Covid-19.

Ridwan Kamil atau Emil, menilai kebijakan ganjil genap Kota Bogor salah satu kebijakan yang tepat dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Terkait Bogor, saya melihat apa yang diupayakan, itu sangat baik. Terbukti kalau saya monitor dari hasil ganjil genap, pergerakan turun. Dimana kalau pergerakan turun, kasus pasti turun,” papar Emil.

Ia pun merasa bangga, Kota Bogor saat ini keterisian ruang perawatan Covid-19 paling rendah di Bodebek dengan 44%. Angka itu, terus turun dari 85% pada awal Februari lalu yang menurut standar WHO minimal diangka 60%. 

“Jadi udah keren dari 85% ke 44%, Ini Bogor paling rendah,” kata Emil.

Walikota Bogor Bima Arya. Sumber: BSTV
Walikota Bogor Bima Arya. Sumber: BSTV

Sementara di tempat yang sama, Bima Arya menyebut Kota Bogor sudah melakukan empat minggu setiap akhir pekan memberlakukan sistem ganjil genap, pada awal pemberlakukan ganjil genap dimensi ekonomi drop. Namun, minggu berikutnya ter-cover.

“Minggu kemarin, ganjil genap keempat, (keterisian) hotel membaik, pasar membaik. Indikator (angka kasus) membaik juga. Tetapi restoran tetap turun.  Itulah, kita tiadakan ganjil genap selama dua minggu ke depan,” kata Bima.

Kata dia, pertimbangan Pemkot Bogor lebih kepada sedikit relaksasi karena ada pertumbuhan yang baik. Tidak menutup kemungkinan ketika angkanya naik, kebijakan ganjil genap diberlakukan lagi untuk kembali menekan penyebaran Covid-19.

“Inikan pertimbangan kebijakan rem gas tadi. Kita ingin lihat dampaknya karena menunjukan ekonomi memang berpengaruh meski tiga minggu terakhir trennya naik, semuanya terlihat normal,” tambah Bima.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN