Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Risma: Jangan Libatkan Anak-anak dalam Kampanye

Gora Kunjana, Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:04 WIB

SURABAYA- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta semua pihak tidak melibatkan anak-anak dalam kampanye politik menjelang pemilihan umum anggota legislatif maupun Pemilu Presiden 2019.

"Anak-anak harus konsentrasi untuk masa depannya," kata Tri Rismaharini usai menerima kunjungan kerja rombongan dari Pemerintah Kabupaten Semarang di Ruang Sidang Wali Kota Surabaya, Selasa.

Pesan Risma tersebut menanggapi viralnya video puluhan pelajar berseragam pramuka yang meneriakkan yel-yel 2019 ganti presiden.

Ia menyayangkan kejadian tersebut dan berharap tidak terjadi di Surabaya.

Kendati demikian, pihaknya sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari untuk melindungi anak-anak, salah satunya menggratiskan biaya pendidikan agar ke depan mereka siap menghadapi berbagai macam persaingan yang jauh lebih berat.

"Pada tahun 2020 globalisasi ekonomi terjadi di dunia. Kalau anak-anak kita tidak dipersiapkan, mereka akan kalah dalam persaingan itu," katanya.

Menurut dia, kalau sampai anak-anak Indonesia, khususnya Surabaya, kalah dalam persaingan tersebut, anak-anak akan dijajah kembali dengan cara yang berbeda.

"Penjajahan ke depan itu di bidang ekonomi dan kebodohan," katanya.

Oleh karena itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menekankan agar anak-anak di Surabaya tidak boleh dijajah atau terjajah kembali. Caranya, kata dia, anak-anak harus survive agar menjadi tuan dan nyonya di tanahnya sendiri.

"Makanya, sekarang ini saya terus persiapkan secara matang dan bertahap untuk anak-anak di berbagai bidang," katanya.

Bahkan ke depan, Risma mengusahakan untuk turun langsung menjadi pengajar bagi para guru tentang teknologi, pengenalan anak terkait dengan budaya dan sejarah negaranya.

"Saya lebih senang menjadi pengajar agar arahnya jelas," katanya.

Wali Kota Risma kembali meminta dengan hormat kepada para politikus untuk tidak melibatkan anak-anak dalam politik praktis.

"Saya ingin anak-anak Surabaya jadi pemenang dan bisa sejajar dengan anak-anak di dunia. Itu bisa dilakukan dan mungkin untuk diwujudkan," katanya. (ant/gor)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA