Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi seorang petani bekerja di sawah. (Dok. Antara)

Ilustrasi seorang petani bekerja di sawah. (Dok. Antara)

Said Aqil Ajak Masyarakat Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Senin, 19 September 2022 | 13:59 WIB

JAKARTA, investor.id - Mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengajak masyarakat Indonesia untuk menguatkan sistem ketahanan pangan nasional yang kini mulai terdampak akibat krisis global. Sebab, apabila kondisi ketahanan pangan terganggu hingga terjadi kelaparan, bukan tidak mungkin stabilitas keamanan dan krisis politik juga akan terganggu.

"Tidak lama lagi, kalau benar akan terjadi krisis yang luar biasa dan kalau sudah terjadi kelaparan (krisis pangan) maka pasti akan terganggu antara stabilitas ekonomi dan keamanan. Karena semua pasti akan saling kait mengkait," ujar Said Aqil beberapa waktu lalu,  sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis.

Menjaga pangan dari berbagai krisis apapun adalah kewajiban bagi semua umat manusia. Said mengatakan, hal ini juga yang telah diingatkan Allah SWT dalam surat Al Quraisy yang berarti berikanlah makan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan ketakutan.

"Perut dulu kenyang, baru aman. Jangan nanti perut lapar baru kita berharap tenang. Jangan juga beras panen tapi harga mahal. Ini kadang-kadang yang saya nggak mudeng. Kita nomor satu penanam sawit di dunia tapi minyak goreng mahal," katanya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan pentingnya penguatan komoditas lokal untuk kemandirian pangan, demi meningkatkan kesejahteraan petani serta antisipasi krisis pangan global yang saat ini sedang melanda dunia.

Mentan mengajak semua pihak berkontribusi terhadap upaya pencapaian ketahanan pangan nasional. Karena itu, kata dia, setiap kepala daerah diharapkan mampu memperkuat lumbung-lumbung pangan yang ada dan memperkuat cadangan pangan untuk mencapai ketahanan pangan daerah.

"Untuk itu diperlukan pemetaan potensi unggulan daerah, termasuk potensi komoditas lokal, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani," jelasnya.

Mentan mengatakan, menghadapi tantangan yang ada saat ini tidak bisa dilakukan sendiri. Tantangan berkaitan pangan membutuhkan pembangunan networking yang kuat dan cara kerja yang luar biasa.

"Pertanian modern harus diperkuat, langkah extraordinary harus dilakukan. Smart farming, pemanfaatan inovasi teknologi di era Revolusi Industri 4.0 seperti internet of thingsdronerobot construction dan artificial intelligence juga harus sudah jalan," ungkapnya.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com