Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CFD belum diberlakukan, bersepeda tetap diminati warga. Foto: SP/Joanito De Saojoao

CFD belum diberlakukan, bersepeda tetap diminati warga. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Sarana dan Fasilitas Pesepeda Dinilai Perlu Ditambah

Senin, 6 Juli 2020 | 04:56 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, mengatakan, seiring peningkatan jumlah pengguna sepe da belakangan ini, membutuhkan regulasi atau aturan, serta penambahan fasilitas dan sarana.

"Ya tentu memang dengan meningkatnya volume pesepeda, memang seharusnya ditambah fasilitas untuk pesepeda.Tapi tentunya dengan tidak terlalu mengganggu kapasitas jalan yang dapat digunakan oleh pengguna jalan lain," ujar Sambodo Purnomo, Minggu (5/7).

CFD belum diberlakukan, bersepeda tetap diminati warga. Foto: SP/Joanito De Saojoao
CFD belum diberlakukan, bersepeda tetap diminati warga. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Menyoal regulasi atau aturan, lanjut Sambodo, sejauh ini pesepeda diwajibkan melalui jalur sepeda apabila tersedia sarana itu. "Ya untuk regulasinya kan memang sudah ada jalur sepeda yang mereka gunakan. Seharusnya mereka menggunakan jalur sepeda. Tapi kan tidak semua jalan juga di Jakarta ini ada jalur sepedanya. Kalau tidak salah jalur sepeda itu baru 64 kilometer (km)," ungkapnya.

Ihwal untuk penggunaan helm dan pelindung sikut atau kaki apakah perlu diwajibkan untuk keamanan, Sambodo mengatakan, sifatnya baru imbauan.

"Sementara kewajiban menggunakan helm baru untuk sepeda motor roda dua. Untuk pesepeda belum ada. Belum ada aturan yang mewajibkan. Jadi pakai helm itu baru sifatnya imbauan," katanya.

Warga padati CFD pertama di masa PSBB transisi . Foto: SP/Joanito De Saojoao
Warga padati CFD pertama di masa PSBB transisi . Foto: SP/Joanito De Saojoao

Sebelumnya, pemerhati masalah transportasi, Budiyanto mengatakan, regulasi yang sangat urgent atau penting dibuat adalah berkaitan dengan aspek keamanan dan kesalamatan pengendara sepeda.

"Hal yang sangat urgent dan penting adalah berkaitan dengan aspek keamanan dan keselamatan pengendara sepeda. Kita sama-sama tahu karena kapasitas jalan kita yang terbatas. Jalur sepeda masih ada yang berada di bahu jalan atau lajur paling kiri, bahkan ada yang ditempatkan di trotoar sehingga, trotoar berfungsi ganda untuk pejalan kaki dan pesepeda," katanya.

Budiyanto menambahkan, hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan dan keselamatan sepeda antara lain, tempatkan pada jalur khusus bagian jalan paling kiri dan dibuatkan marka dengan gambar sepeda, rambu-rambu dan reflektor. Kemudian, kurangi lajur-lajur diberlakukannya mix traf fic pada jalur sepeda karena akanmenggganggu keamanan dan keselamatan pesepeda.

Warga padati CFD pertama di masa PSBB transisi . Foto: SP/Joanito De Saojoao
Warga padati CFD pertama di masa PSBB transisi . Foto: SP/Joanito De Saojoao

Budiyanto melanjutkan, harus ada kegiatan-kegiatan yang pararel dari para stakeholder yang bertanggungjawab pada bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Semisal, melakukan kegiatan preemtif berupa sosialisasi terhadap keamanan dan keselamatan lalu lintas, kemudian kampanye keselamatan, penerangan dan penyuluhan.

Menyoal apakah sepeda perlu ditarik pajak, Budiyanto menegaskan, hal itu kurang tepat. Sebab, sepeda merupakan sarana tranportasi yang dapat berfungsi ganda. Pertama untuk menunjang aktivitas yang memerlukan mobilitas dan dapat digunakan sebagai sarana menyehatkan masyarakat serta mengurangi polusi atau meningkatkan kualitas udara. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN