Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Sumber:  BSTV

Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Satgas Covid-19: Kasus Positif 4.000 Puncak di Tiga Hari

Rabu, 23 September 2020 | 05:33 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan, jumlah pasien positif Co vid-19 terus bertambah. Hing ga 22 September 2020, ada tambahan 4.071 kasus dan secara total kumulatif menjadi 252.923 kasus di Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menerangkan penambahan kasus mencapai 4.000 yang terjadi tiga hari ini merupakan angka puncak penambahan Covid-19.

"Hari ini terjadi penambahan kasus Covid-19 sejumlah 4.071. Angka 4.000 ini adalah angka pun cak dan terjadi di tiga hari yaitu tanggal 19, tanggal 21, dan hari ini tanggal 22 ini adalah jumlah yang sangat tinggi," kata Wiku Adisasmuro dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/9).

Dirincikan Wiku, jumlah penambahan pada 19 September 2020 yakni 4.168 orang dan pada 21 September 2020 kasus positif bertambah 4.176 orang. Kemudian jumlah kasus aktif atau pasien yang tengah menjalani isolasi sebanyak 58.788 orang atau 23,2%.

Adapun jumlah kasus aktif di dunia yakni 23,5%. Sementara lanjut Wiku, jumlah kasus sembuh mencapai 184.298 orang atau 72,9%. Kasus sembuh di Indonesia masih lebih rendah dibanding ratara ta kasus sembuh di dunia.

"Jumlah kasus yang telah sembuh sampai dengan saat ini adalah 184.298 atau 72,9% dimana kasus sembuh dunia adalah 73,4%. Jadi posisi di Indonesia se dikit lebih rendah daripada dunia untuk jumlah kasus yang sembuh," jelas Wiku.

Jumlah kasus meninggal se cara kumulatif yakni 9.837 orang atau 3,9 persen. Angka ini masih tinggi dibandingkan di dunia yakni 3,07%.

"Per sentase meninggalnya di bawah 4% yaitu 3,9%, ini adalah prestasi yang harus terus ditingkatkan agar persentase kematian bisa turun terus mendekati atau bahkan lebih ren dah daripada angka ratarata dunia," ungkap Wiku.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Daeng Fa qih, meminta pemerintah me nambah fasilitas layanan untuk pasien. Jika tidak, sebagian pasien tidak mendapatkan layanan dan tenaga kesehatan semakin berisiko terpapar Covid-19.

“Harus menambah kapasitas pelayanan. Kalau tidak ditambah, IDI khawatir saudara kita yang sakit tidak mendapatkan ruangan. Kemudian petugas kesehatan bisa kewalahan menangani pasien jika overload,” kata Daeng pada dialog secara virtual “Benteng Terakhir Pena nganan Covid-19” di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (22/9).

Jumlah dokter yang telah gu gur akibat Covid-19 terus ber tambah. Data yang dihimpun Tim Mitigasi PB IDI dan diperbarui terakhir 17 September 2020 pukul 14.00 WIB menunjukkan, jumlah dokter yang wafat 117 orang berasal dari 17 provinsi.

Terbanyak di Jawa Timur sebanyak 30 dokter, Sumatera Utara 21, DKI Jakarta 16, Ja wa Barat 11, Jawa Tengah 8, Sulawesi Selatan 6, dan Kalimantan Timur 3 dokter. Kemudian Bali, Papua, dan Sumatera Selatan masing-masing 4 dokter. Sedangkan Riau, Yogyakarta dan Aceh masing-masing 2 dokter. Sementara Papua Barat, NTB, Banten, dan Riau masing masing 1 dokter. (b1)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN