Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penindakan aturan ganjil genap di Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Penindakan aturan ganjil genap di Jakarta. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Satgas Covid-19 Minta Ganjil Genap di DKI Dievaluasi

Jumat, 4 September 2020 | 05:40 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo sudah meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi kembali penerapan sistem ganjil-genap untuk membatasi jumlah ken daraan di jalan raya Ibu Kota.

Menurut Doni, pengguna kereta rel listrik meningkat 3,5% setelah DKI Jakarta mene rap kan kembali pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil-genap.

"Dari 944 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Wisma Atlet, 62% adalah pengguna transportasi umum. Setelah penerapan kembali ganjilgenap, terjadi peningkatan penumpang transportasi umum," kata Doni dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Jakarta, Kamis (3/9).

Kepala BNPB dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona Doni Monardo. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal
Kepala BNPB dan Ketua Satuan Tugas Penanganan Corona Doni Monardo. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Kendati angka itu terlihat kecil, ia mengatakan, peningkatan tersebut menimbulkan kepadatan di dalam KRL Commuter Line yang setiap hari penumpangnya total mencapai 400 ribu orang.

"Sedangkan peningkatan penumpang (bus) TransJakarta setelah penerapan kembali ganjil-genap mencapai enam persen hingga 12 persen. Karena itu, kami meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi kembali untuk mengurangi kerumunan," kata Doni, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Di samping meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengevaluasi penerapan kembali sistem ganjil-genap, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 merekomendasikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membatasi pegawainya menggunakan kendaraan umum.

"Kami sudah mengingatkan Kementerian PAN-RB dan Kementerian BUMN untuk membatasi, bah kan mencegah pegawainya meng gunakan transportasi umum," katanya. Doni juga meminta kepala-kepala daerah di Indonesia tetap mewaspadai peningkatan penularan Covid-19.

"Presiden sudah mengingatkan soal gas dan rem. Ketika jumlah kasus meningkat, maka harus rem. Ketika jumlah kasus sudah mulai menurun, gas bisa kembali ditambah," katanya.

Libatkan Tokoh Agama

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengatakan, sebagian warga sudah mulai bersikap apatis dalam merespons pandemic Covid-19.

"Saya tidak tahu apa penye babnya. Mungkin sudah bosan dengan suasana saat ini. Karena itu, kami meminta Kepala BNPB untuk tidak bosan-bosan mengingatkan masyarakat," katanya.

Karena itu, Komisi VIII DPR meminta BNPB/Satuan Tugas Penanganan Covid-19 untuk terus mengingatkan masyarakat, termasuk dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai kalangan.

"Tentu harus dikembalikan kepada kita sendiri. Mitigasi dan pencegahan penularan Covid-19 lebih penting daripada penanganan kesehatan," tuturnya.

Sementara itu, Doni Monardo mengatakan, pihaknya sudah melibatkan para tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menyosialisasikan tentang pandemi Covid-19.

"Kami undang sejumlah tokoh agama untuk berdiskusi yang kemudian menjadi bagian dalam kampanye. Dengan Majelis Ulama Indonesia juga sudah ada kerja sama untuk menyosialisasikan perubahan perilaku," jelasnya.

Diketahui, penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia menorehkan rekor pada Kamis (3/9) yakni mencapai 3.622. DKI Jakarta tercatat menjadi penyumbang terbanyak kasus harian tersebut yakni mencapai 1.359.

Angka ini juga sekaligus merupakan rekor harian terbanyak di DKI Jakarta. Sebelumnya penambahan kasus positif Covid-19 terbanyak di DKI Jakarta dalam sehari adalah padaMinggu, 30 Agustus 2020 yakni sebanyak 1.094.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19, selain memiliki penambahan kasus positif 1.094, di DKI Jakarta hari ini juga terdapat 700 pasien sembuh dan 15 meninggal.

Sementara kasus harian terbanyak kedua terdapat di Jawa Timur yakni 377. Kasus kematian di provinsi di timur Pulau Jawa ini lebih banyak dari DKI Jakarta yakni 34. Jumlah sekaligus terbanyak di Indonesia, Kamis (3/9). Di Jawa Timur juga terdapat 340 pasien sembuh.

Selanjutnya yang termasuk posisi 10 besar terbanyak adalah Jawa Tengah 14670, Sulawesi Selatan12.244, Jawa Barat 11.719, Kalimantan Selatan 85.27, Sumatera Utara7.265, Bali 5.710, Sumatera Selatan4.583, dan Kalimantan Timur 4.534. Provinsi dengan jumlah kasus positif Covid-19 paling sedikit di Indonesia adalah Nusa Tenggara Timur yakni 200. (b1/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN