Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penerapan PPKM Mikro di DKI Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu.com/Joanito De Sapjoao

Penerapan PPKM Mikro di DKI Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu.com/Joanito De Sapjoao

Satgas: Dampak Implementasi PPKM Mikro Mulai Terlihat

Minggu, 28 Februari 2021 | 21:13 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor,id - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) Alexander K. Ginting mengatakan, dampak implementasi dari  pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro tingkat desa dan kelurahan di Pulau Jawa dan Bali sudah mulai terlihat. Dalam hal ini, kurva kasus Covid-19 sudah mulai melandai. 

“Dari penilaian-penilaian kami selama ini, memang kurva sudah terlihat melandai. Kemudian angka kesakitan dan kematian  tidak ada peningkatan, tapi masih cukup tinggi,”kata Alex pada  konferensi pers virtual tentang “Perkembangan PPKM Mikro dan Pelepasan Tim Supervisi 7 Provinsi" pada Minggu (28/2/2021).

Kendati demikian, Alex menyebutkan, meski kurva telah melandai, hal menjadi perhatian saat ini adalah  angka positif masih tinggi di masyarakat.  Oleh karena itu, perlu diperkuat 3T yaitu testing, tracing, dan treatment  agar diimplementasikan di desa. Selain itu, karantina dan  isolasi dan karantina bisa diterapkan secara optimal yang disebut dengan  isolasi dan karantina yang menyenangkan dan yang membahagiakan.

Penerapan PPKM Mikro di DKI Jakarta. Foto: Beritasatu.com/Joanito De Sapjoao
Penerapan PPKM Mikro di DKI Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu.com/Joanito De Sapjoao

“Artinya, tidak mengganggu perekonomian mereka, tidak mengganggu urusan makan dan minum, dan tidak menanggu dalam urusan-urusan sosial yang  berdampak sangat berat bagi mereka,”kata Alex

Alex menjelaskan, pada PPKM berskala mikro terdapat  posko desa yakni apabila di pedesaan dipimpin oleh kepala desa dan di kelurahan dipimpin oleh lurah.  Pasalnya, puskesmas tidak dapat bekerja sendiri karena harus mengurus program lain seperti  menuntaskan penyakit tuberkulosis, angka kematian ibu dan anak, stunting, dan urusan lainnya.

Dengan demikian, posko desa yang dipimpin oleh kepala desa ini akan didampingi oleh Babinsa, Babinkamtibmas, relawan, kader, dan karang taruna  untuk melakukan pelacakan kontak agar berjalan optimal. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN