Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. Sumber: BSTV

Satgas: Masyarakat Tak Perlu Panic Buying

Selasa, 6 Juli 2021 | 22:39 WIB
Hendro D Situmorang

JAKARTA, investor,id  - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito Satgas Penanganan Covid -19 meminta masyarakat tidak perlu panic buying barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Pesan khusus ini disampaikan kepada masyarakat yang sedang atau akan menjalani isolasi mandiri (isoman).

"Selama isolasi mandiri atau dalam mempersiapkan isolasi mandiri, kita tidak perlu panik dengan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan," kata Prof. Wiku dalam konferensi pers secara daring, Selasa (6/7/2021).

Menurutnya pembelian obat-obatan secara banyak tanpa melihat kebutuhan dapat berimbas buruk terhadap harganya. Dia menegaskan pembelian obat-obatan selama masa pemulihan dari Covid-19 harus menggunakan resep dokter.

"Karena hal ini dapat memicu habisnya stok barang tersebut dan membuatnya langka, sehingga harga dapat meningkat tajam dan menyulitkan orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Ingat, penggunaan obat-obatan selama masa pemulihan harus dengan resep dokter," urai Wiku.

Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemkes), drg. Arianti Anaya mengungkapkan kalau terkait obat penanganan Covid-19, memang sudah terjadi panic buying di masyarakat.
 
"Ini karena kondisi kasus Covid-19 yang mendadak melonjak tinggi, sehingga semua pihak berusaha untuk membeli atau menyimpan obat sendiri. Ini sama terjadi seperti tabung oksigen," jelasnya.

Harusnya, lanjut dia, masyarakat tenang tak perlu lakukan hal tersebut, karena kalau panic buying kasihan. Ada masyarakat yang tak perlu obat namun ia menyimpan obat tersebut. Namun orang yang sangat perlu obat karena sakit atau tengah isolasi, justru tidak mendapat obat.  

Alhasil pemerintah pun akhirnya mengeluarkan pengobatan telemedicine yakni memberikan layanan gratis pada pasien kalau membutuhkan vitamin dan obat. Namun hal ini tergantung apakah ada gejala atau tidak, karena setiap orang berbeda.

"Jadi kita tak perlu panic buying karena obat akan disiapkan pemerintah. Masyarakat tak perlu kuatir. Rasa kuatir ini sama kasusnya seperti kejadian langkanya masker pada tahun lalu," jelasnya.

Kemkes bersama industri farmasi akan berusaha menyelesaikan hal-hal yang harus dilakukan terkait ketersediaan terhadap logistik untuk mengatasi pandemi Covid-19 ini.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN