Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers, Kamis, 6 Mei 2021.

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers, Kamis, 6 Mei 2021.

Satgas: Pemudik Penerobos Penyekatan akan Terima Konsekuensi

Selasa, 11 Mei 2021 | 16:04 WIB
Hendro D Situmorang

JAKARTA, investor.id  - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito menegaskan bagi pemudik yang tetap memaksa menerobos penyekatan, nanti akan menerima konsekuensi hukum yang berlaku,

Hal ini dikarenakan pemerintah sudah mengeluarkan aturan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021, meski tidak sepenuhnya dipatuhi. Masyarakat perlu memahami bahwa penyekatan yang dilakukan kepolisian merupakan bagian dari kebijakan pelarangan mudik yang sepatutnya dipatuhi.

"Kita sangat menyayangkan langkah sejumlah orang yang nekat menerobos penyekatan yang dilakukan kepolisian. Saya meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan yang melanggar kebijakan ini dan berpotensi mendapatkan konsekuensi hukum," kata Prof Wiku saat konferensi pers virtual yang juga disiarkan lewat YouTube BNPB dan Sekretariat Presiden, Selasa (11/5/2021).

Padahal, lanjut Wiku, langkah aturan dan kebijakan ini diciptakan untuk kebaikan bersama dalam mencegah terjadinya penularan Covid-19 yang semakin meluas.

Sebagai bentuk antisipasi, Wiku meminta pemerintah dan satgas di daerah untuk melakukan karantina selama 5x24 jam bagi masyarakat yang lolos atau datang dari luar daerah. Dengan demikian dapat mencegah terjadinya penularan dengan optimalisasi melalui posko di desa atau kelurahan.

Akibatnya besar kemungkinan lonjakan kasus terjadi di tengah pelarangan mudik lebaran 2021. Dampak dari peningkatan kasus Covid-19 dapat dilihat dalam dua-tiga minggu pascakegiatan mudik.

"Pada prinsipnya terdapat potensi peningkatan kasus apabila masyarakat terus memaksakan diri untuk melakukan mudik karena mereka berpeluang tertular dan menularkan Covid-19," jelas dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN