Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito.

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito.

Satgas Temukan Berbagai Klaster Pascalibur Lebaran

Selasa, 25 Mei 2021 | 22:15 WIB
Hendro D Situmorang

JAKARTA, investor.id  - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan pihaknya menemukan berbagai klaster penularan baru akhir-akhir ini pascalibur Lebaran.

Diakui terdapat beberapa potensi penyebaran Covid-19 yang meluas selama masa bulan Ramadhan, Idulfitri dan libur Lebaran yang terpantau oleh Satgas pusat.

"Diantaranya berasal dari kasus positif pelaku perjalanan dari Jakarta di Klaten, Cianjur dan Cilacap. Lalu pelaku perjalanan di Pati dan Bogor. Klaster halal bilhalal dan ibadah tarawih yang dilakukan masyarakat di Banyumas, Pati, Malang dan Banyuwangi Jawa Timur, termasuk juga klaster di Jakarta (Johar Baru, Cilangkap, Jagakarsa) dan Bogor," ujar Wiku dalam konferensi pers pada Selasa (25/5/2021).

Padahal, lanjut Wiku, hal ini sudah diperingatkan sebelumnya oleh Satgas Covid-19 maupun sejumlah pihak berwajib.

"Namun nyatanya kita belum berhasil sepenuhnya mencegah penularan yang terjadi," ujarnya.

Dengan ditemukannya beberapa klaster ini, Satgas meminta masyarakat terus mempertahankan kehati-hatian dengan protokol kesehatan yang ketat karena potensi klaster keluarga bisa muncul akibat importasi kasus dari luar kediaman.

"Sebagus apapun kebijakan dibuat, tanpa kepatuhan dari masyarakat maka tidak akan terimplementasi dengan baik," ujarnya.

Wiku menuturkan, provinsi yang berkontribusi besar dalam kenaikan kasus positif dan kematian didominasi oleh provinsi tujuan mudik dan arus balik mudik.

"Keadaan ini perlu untuk menjadi perhatian kita bersama tidak hanya pemerintah tapi juga seluruh lapisan masyarakat bahwa kita tidak boleh lengah utamanya dalam beberapa minggu ke depan sebagai antisipasi dampak dari libur Idulfitri," urai dia.

"Ini baru minggu pertama sejak periode libur Idulfitri. Bahkan, mobilitas juga masih tinggi satu minggu setelah idufitri. Hal ini dapat berdampak pada potensi lebih panjangnya dampak dari periode libur ini sampai pertengahan bulan Juni," tambah Wiku.

Karena itu, Wiku meminta kepada seluruh pemda untuk meningkatkan kesiapan rumah sakit dan fasilitas karantina terpusat di seluruh wilayah.

"Pastikan seluruh sumber daya dan tenaga kesehatan mencukupi dan secara bersamaan terus tingkatkan testing kepada warga yang pulang bepergian selama satu minggu terakhir agar kasus dapat ditangani sedini mungkin," tutup Wiku.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN