Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petugas menunjukkan surat kertas suara dalam simulasi pelaksanaan pemungutan suara di kantor KPU Pusat, Jakarta, Selasa (22/3/2022). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Petugas menunjukkan surat kertas suara dalam simulasi pelaksanaan pemungutan suara di kantor KPU Pusat, Jakarta, Selasa (22/3/2022). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

SBY Tuding Pemilu 2024 Tidak Jujur, Perludem: Perlu Penjelasan Berbasis Data

Senin, 19 September 2022 | 13:22 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id – Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjelaskan pernyataan ada tanda-tanda Pemilu 2024 tidak jujur dan adil. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya kecurangan dalam pemilu.

Baca juga: Pemilu 2024 Masih Jauh, SBY Sebut Ada Sinyal Tidak Jurdil dan Siap Turun Gunung

Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini mengatakan, pernyataan tersebut harus dibarengi dengan penjelasan yang berbasis data dan bukti yang kuat. “Tentu SBY yang perlu menjelaskan hal ini berbasis data dan bukti yang beliau miliki,” kata Titi Anggraini kepada Beritasatu.com, Senin (19/9/2022).

Titi mengungkapkan, untuk mencegah terjadinya kecurangan dan ketidakadilan dalam setiap tahapan pemilu, semua partai politik bersama elemen masyarakat perlu mengawal dan memantau penyelenggaraan pemilu.

“Sebagai bagian dari pulbik dan masyarakat sipil, kita semua perlu mengawal dan memantau penyelenggaraan setiap tahapan pemilu 2024 agar berjalan sesuai dengan koridor praktik pemilu demokratis,” ujar Titi Anggraini.

Baca juga: SMRC: Anies Baswedan Berpeluang Jadi Presiden, Jika Ganjar Tak Ikut Pilpres 2024

Apa saja yang harus dikawal dan diawasi, lanjut Titi, mulai dari kerja penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu, hingga kepatuhan para kontestan terhadap praktik pemilu yang bebas, adil dan berintegritas.

“Mulai dari kerja-kerja penyelenggara sampai pada kepatuhan para kontestan terhadap praktik pemilu yang bebas, adil dan berintegritas,” tegas Titi Anggraini.

Diberitakan, SBY mengungkap kesiapannya turun gunung, karena adanya tanda-tanda kecurangan pada Pemilu 2024. Menurut SBY, ada upaya untuk mengatur pilpres hanya diikuti oleh dua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Baca juga: Singgung Soal Pemilu 2024 dengan Surya Paloh, Puan: Ini Bukan Pertemuan Terakhir

Hal ini disampaikan SBY dalam rapimnas Partai Demokrat di JCC, Jakarta, belum lama ini. “Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil,” ujar SBY.

“Konon akan diatur dalam pemilihan presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka,” kata SBY.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com