Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Siswa siswi mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta Senin, Senin (3/1/2022). Foto ilustrasi:  BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Siswa siswi mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta Senin, Senin (3/1/2022). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Sekolah Wajib Lakukan Mitigasi Jika Ditemukan Kasus Covid-19

Rabu, 26 Januari 2022 | 11:01 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta pihak sekolah segera melakukan langkah-langkah mitigasi, jika ditemukan kasus positif saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berlangsung.

"Penghentian sementara PTM sekurang-kurangnya 2 minggu pada satuan pendidikan atau sekolah," Wiku menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers secara virtual yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, pada Rabu (26/1/2022).

Adapun sekolah yang harus menghentikan sementara PTM yaitu yang memiliki klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan dengan angka positivity rate hasil surveilans epidemiologis sebesar 5% atau lebih warga satuan pendidikan yang masuk dalam notifikasi hitam pada aplikasi PeduliLindungi sebanyak 5% atau lebih.

"Kegiatan pada sekolah dengan kriteria tersebut dilaksanakan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ)," jelas Wiku.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito Sumber: BSTV
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito Sumber: BSTV

Apabila setelah dilakukan surveilans, bukan merupakan klaster PTM terbatas atau angka positivity di bawah 5%, PTM terbatas hanya dihentikan pada kelompok belajar yang terdapat kasus konfirmasi selama 5x24 jam.

"Setiap satuan pendidikan dan pemerintah daerah semua harus siap dan responsif menangani kasus konfirmasi di daerahnya sesuai aturan yang berlaku,"

Sekolah juga harus memenuhi persyaratan sesuai yang diamanatkan dalam SKB 4 Menteri seperti kebersihan atau sanitasi, mampu mengakses fasilitas kesehatan, memiliki Satgas Penanganan Covid-19 di sekolah, telah melakukan verifikasi penanggung jawab melalui Kemenkes, serta melaporkan tingkat kepatuhan Protokol Kesehatan secara rutin.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN