Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Dok. B-Universe)

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Dok. B-Universe)

Soal Pemimpin Masa Depan, Ini Kata Bahlil

Selasa, 29 Nov 2022 | 22:23 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

TANGERANG, investor.id – Gelombang tantangan global seperti perang dagang, Covid-19, dan konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina diyakini bakal menjadi tantangan serius bagi pemimpin Indonesia masa depan.

Menyoroti hal itu, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia berpendapat bahwa ke depan Indonesia membutuhkan pemimpin yang bukan saja pintar, tetapi juga memiliki karakter kuat.

Baca juga: Bahlil Ungkap Strategi Kejar Target Realisasi Investasi 2023

“Saya katakan Indonesia ke depan bukan hanya membutuhkan pemimpin pintar, tapi pemimpin yang berkarakter dan punya hati untuk rakyat dalam bekerja secara total untuk mewujudkan kesejahteraan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucap Bahlil dalam seminar nasional bertajuk 'Intelektualitas dan Integritas Generasi Muda: Investasi Masa Depan Kepemimpinan Nasional' di Universitas Pelita Harapan (UPH), Lippo Village, Tangerang, Selasa (29/11/2022).

Advertisement

Baca juga: Menteri Bahlil Sebut Investor Global Incar Kekayaan Nikel dan Timah Indonesia

Dalam kesempatan itu, Bahlil yang juga merupakan Dewan Pengawas SKK Migas angkat bicara perihal kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu, yang mengundang banyak protes dari masyarakat. “Banyak orang protes soal BBM, saya akan buka,” ujar Bahlil.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM tidak lepas dari defisit Indonesia dalam mencukupi kebutuhan minyak. Bisa dibayangkan, dalam sehari Indonesia, memerlukan minyak sebanyak 1,5 juta barel. Sedangkan kemampuan produksinya hanya mencapai 700 ribu barel per hari.

Baca juga: Video Jokowi soal Rambut Putih Ciri Pemimpin yang Mikirin Rakyat, Kode Keras!

“Jadi, kita defisit 800 ribu barel per hari. Kita impor 800 barel per hari dimana harga minyak APBN kita sekitar US$ 63-70 pada Januari 2022. Begitu Januari sampai September, harga minyak melambung menjadi rata-rata US$ 103. Siapa yang mau ganti? Itulah yang membebani APBN kita,” ujar Bahlil.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com