Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo grup farmasi AstraZeneca. AstraZeneca merupakan grup usaha farmasi yang terbentuk pada 1999 dari hasil merger Astra dari Swedia dan Zeneca dari Inggris. ( Foto: ANDREW YATES / AFP / GETTY IMAGES )

Logo grup farmasi AstraZeneca. AstraZeneca merupakan grup usaha farmasi yang terbentuk pada 1999 dari hasil merger Astra dari Swedia dan Zeneca dari Inggris. ( Foto: ANDREW YATES / AFP / GETTY IMAGES )

Sore Ini Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia

Senin, 8 Maret 2021 | 13:02 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id  -  Kedatangan vaksin Covid-19 tahap keenam dijadwalkan tiba hari ini, Senin (8/3/2021) di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 18.00 WIB.

Juru Bicara Vaksinasi  Covid- 19  Kementerian Kesehatan (Kemkes)  Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin yang akan tiba hari ini, vaksin AstraZeneca.

Ketika ditanya berapa jumlah vaksin tahap keenam ini, Nadia mengatakan belum mendapat informasi. “Jenisnya AstraZeneca. Jumlah aku  belum dapat informasi, “kata Nadia kepada Beritasatu.com, Senin (8/3/2021).

Jubir Penanganan Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV
Jubir Penanganan Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Sementara itu, sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang beruntung, karena termasuk dari 40 negara pertama yang bisa melakukan vaksinasi. 

“Jadi Indonesia beruntung, kita termasuk dari 40 negara pertama yang bisa melakukan vaksinasi. Ini termasuk Uni Eropa yang melakukan negosiasi langsung untuk seluruh negaranya,”terang Menkes.

Menkes menyebutkan, dari sisi pengadaan vaksin, Indonesia sekarang sudah bisa mendapatkan empat jenis vaksin dari empat yurisdiksi negara yang berbeda. Pertama, Sinovac  dari Tiongkok dan sudah mendapatkan kontrak 125 juta dosis.

Kedua, Indonesia mendapatkan vaksin dari Pfizer sebanyak 50 juta dosis berasal dari Jerman bekerja sama dengan Amerika Serikat(AS). Ketiga, vaksin AstraZeneca dari Inggris, jenis vaksin berbasis teknologi viral vektor. Dan keempat, Novavax, Amerika Serikat- Kanada. Vaksin berbasis teknologi unit protein.

Menkes Budi Gunadi Sadikin. Sumber: BSTV
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Sumber: BSTV

Menkes menuturkan, selain pengadaan langsung terhadap produsen vaksin, Indonesia juga bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan aktif berpartisipasi di The The Global Alliance for Vaccines and Immunisation(GAVI), yakni organisasi yang memberikan vaksin ke negara berkembang secara gratis.

Sebagaimana diketahui,  sebelumnya pada Selasa (2/3/2021), sebanyak 10 juta bahan baku vaksin Sinovac telah tiba di Bandara Soekarno Hatta sebagai kedatangan tahap kelima. Sementara vaksin  tahap keempat, sebanyak 11 juta dosis vaksin pada Selasa(2/2/2021).

Lalu,  vaksin Sinovac pertama kali tiba pada (6/12/ 2020) sebanyak 1,2 juta dosis.  Kedatangan vaksin tahap kedua,  pada (31/2020) sebanyak 1,8 juta dosis. Pada tahap ketiga,  sebanyak  15 juta dosis pada (12/12021).

Sebelumnya, Juru Bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan, jumlah total bulk vaksin Covid-19 dari Sinovac  yang sudah diterima oleh Bio Farma adalah sebanyak 37,5  juta dosis.

Bambang menyebutkan, bulk vaksin Covid-19 dari Sinovac ini, akan terus diterima secara bertahap oleh Bio Farma hingga bulan Juli 2021 mendatang. Adapun total  bulk yang akan diterima sebanyak 140 juta dosis atau sekitar 154 juta dosis  plus overfill.

“Dari pengiriman bulk gelombang pertama, sebanyak 16,5 Juta dosis, seluruh proses filled and finished-nya sudah selesai dilakukan di Bio Farma, dengan jumlah akhir sebanyak 13 bets  atau setara dengan 13 juta dosis. Dan dari jumlah tersebut, per tanggal 2 Maret 2021, sebanyak 11 bets atau sekitar 11 juta dosis sudah mendapatkan lot release dari BPOM,” kata Bambang.

Bambang menyebutkan,  Bio Farma telah menerima vaksin dalam bentuk bulk untuk ketiga kalinya dengan rincian; Pada Selasa (2/3), Bio Farma kembali menerima vaksin dalam bentuk bulk vaksin Covid-19  gelombang ke-3 dari Sinovac, sebanyak 10 juta dosis termasuk overfill.

Sebelumnya, Bio Farma menerima bulk vaksin Covid-19 gelombang pertama pada 12 Januari 2021 sebanyak 16,5 juta dosis termasuk overfill dan gelombang kedua tanggal 2 Februari 2021 sebanyak 11 juta dosis termasuk overfill.  Adapun  overfill adalah ekstra volume vaksin yang disiapkan untuk mengantisipasi proses filling ke dalam kemasan multidose.

Bambang mengatakan, sebagian vaksin yang telah mendapatkan lot release dari BPOM  telah didistribusikan ke 34 provinsi di Indonesia sebanyak 7.2 juta dosis  untuk program vaksinasi gelombang kedua bagi petugas pelayanan publik dan lansia.

Bambang pun menambahkan, untuk gelombang kedua dengan  11 juta dosis, proses fill and finish sudah mulai berjalan sejak 13 Februari 2021 yang lalu, dan diperkirakan akan selesai pada 20 Maret 2021 dengan jumlah akhir sebanyak 9 bets atau sekitar 9 juta dosis.

Sampai dengan 2 Maret 2021, dari gelombang kedua, sudah selesai diproduksi sebanyak 3 bets atau sekitar 3 juta dosis,” terangnya.

Sementara itu, untuk 10 juta dosis yang per Selasa (2/3) mulai proses fill and finish pada 22 Maret 2021 mendatang, dengan estimasi produksi sebanyak 8 bets atau setara 8 juta dosis.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN