Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

STEVE KAUFER, Berpikir Tiga Langkah ke Depan

Senin, 16 September 2013 | 13:44 WIB
Antara

Sekitar 13 tahun lalu, boleh jadi Steve Kaufer tak menyangka jika TripAdvisor yang didirikan dan dirintisnya bakal berkembang menjadi situs travel terbesar di dunia, bahkan menjadi perusahaan tercatat (listed company) di bursa saham terbesar Amerika Serikat (AS), NASDAQ.

Kini, tak kurang dari 260 juta pengunjung mengakses situs ini setiap bulannya, dengan sekitar 100 juta ulasan dan opini tentang bisnis perhotelan di setiap negara. “Padahal, dulu kami sering bercanda bahwa cek pendapatan per kuartal yang kami terima bahkan tidak mampu menutupi biaya makan siang gratis mingguan karyawan kami,” tutur Chief Executive Officer (CEO) TripAdvisor itu kepada wartawan Investor Daily Imam Suhartadi di Jakarta, baru-baru ini.

Steve Kaufer adalah seorang pemimpin yang ‘longgar’ dalam arti ia memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada bawahan untuk berkreasi dan berinovasi. “Saya memberikan kelonggaran kepada tim untuk memberikan solusi terbaik, tapi saya tetap mesti tahu apa yang terjadi,” ujarnya.

Tapi kunci sukses yang paling menentukan bagi Steve Kaufer adalah filosofi bermain anggar. “Semasa kuliah dulu, saya adalah juara anggar di kampus. Di anggar, Anda harus berpikir tiga langkah ke depan. Ternyata, hal ini menjadi latihan yang bagus bagi kehidupan korporasi saya,” paparnya. Berikut petikan lengkap wawancara tersebut.

Anda pendiri dan perintis TripAdvisor. Dari mana ide itu berasal?
TripAdvisor didirikan pada Februari 2000. Awalnya, saya punya ide untuk TripAdvisor ketika saya merencanakan liburan ke Meksiko. Saya berupaya mencari informasi yang saya butuhkan guna mencari hotel yang tepat untuk perjalanan saya. Saya bisa melihat brosur pemasaran yang mengkilap dan buku panduan yang diterbitkan beberapa tahun sebelumnya, namun yang saya butuhkan adalah feedback yang nyata dari orang-orang yang benar-benar telah mengalaminya.

Sayangnya, saat itu tidak ada sumber informasi tersebut. Saya mencari informasi lebih lanjut melalui internet, tetapi hasilnya nihil. Karena pencarian informasi yang tak berujung itulah lahir konsep TripAdvisor. Saya ingin satu tempat, di mana saya bisa mendapatkan ulasan nyata tentang sebuah hotel, bukan hanya uraian resmi dari agen properti atau perjalanan.

Dari sebuah kantor kecil yang berada di lantai atas toko pizza, tim kami menyatukan konsep yang telah mengubah cara konsumen mengakses dan berbagi informasi tentang travel (perjalanan).

Apa nilai tambah yang Anda tawarkan?
TripAdvisor telah tumbuh menjadi situs perjalanan terbesar di dunia, dengan lebih dari 260 juta pengunjung setiap bulannya dan lebih dari 100 juta ulasan serta opini yang objektif tentang bisnis perhotelan di setiap negara di dunia. Dengan sekitar 11% pengunjung unik bulanan travel online di dunia, TripAdvisor juga menjadi situs perjalanan terbesar. Kami memiliki ulasan wisatawan yang apa adanya tentang bisnis perhotelan di setiap negara.

Skala yang luar biasa dan konten yang baik memungkinkan wisatawan di seluruh dunia membuat pilihan informasi, berdasarkan pengalaman, apa pun tujuan atau preferensi pribadi mereka. Kami memiliki dampak besar pada industri pariwisata di banyak bagian dunia saat ini. Hampir tiga perempat pengunjung kami berasal dari luar AS. Kami memiliki 30 domain dan tersedia  dalam 21 bahasa yang berbeda.

Visi apa yang Anda bawa di TripAdvisor?
TripAdvisor bertujuan membantu wisatawan untuk merencanakan dan melakukan perjalanan yang sempurna. Dengan memanfaatkan tren perencanaan perjalanan on-thego, kami telah membuat aplikasi smartphone dan tablet yang berguna dan relevan bagi wisatawan yang sibuk, menyediakan ulasan, foto, dan peta di mana saja. Hal tersebut memungkinkan wisatawan mengakses TripAdvisor melalui tujuh perangkat mobile dan satu mobile website. Kami bisa memberikan informasi dan saran perjalanan yang menyegarkan, jujur, dan komprehensif secara real time.

Selain itu, mitra perjalanan online kami dapat terlibat dengan wisatawan di beberapa perangkat dan booking pada saat dan tempat yang tepat. Sebanyak 50 juta orang di 90 negara telah mengunggah TripAdvisor, City Guides, atau aplikasi SeatGuru. Aplikasi kami saat ini diunduh sebanyak 28 kali per menit. Pada 2012, ponsel dan tablet masing-masing menyumbang 10-15% dari total sesi untuk TripAdvisor, dan pengunjung unik dua kali lipat dibanding 2011.

Pada kuartal III-2013, TripAdvisor memiliki pengunjung unik bulanan rata-rata 79 juta, meningkat 216% dari tahun ke tahun. Aplikasi kami sangat dipuji di semua perangkat mobile utama, termasuk iOS, Android, iPad/Tablet, Nokia, dan Windows.

Kenapa puluhan juta orang mengunggah TripAdvisor?
Kami terkoneksi secara sosial, di antaranya kami menjalin integrasi dengan jejaring sosial, seperti Facebook. Fitur personalisasi terobosan memungkinkan wisatawan mendapatkan saran dari teman-teman Facebook mereka di TripAdvisor untuk merencanakan liburan mereka berikutnya.

Melengkapi lebih dari 100 juta ulasan dan opini dari para wisatawan di seluruh dunia di situs ini, kebijakan khalayak (wisdom of crowd) TripAdvisor kini ditingkatkan dengan kebijakan teman-teman (wisdom of friends), sehingga memberikan rekomendasi
perjalanan yang lebih pribadi.

Pengguna yang terhubung ke Facebook saat ini menyumbang 35% dari ulasan baru di TripAdvisor. Berdasarkan statistik, sebanyak 33 juta pengunjung bulanan Facebook mengunjungi situs TripAdvisor dan aplikasi Facebook pada kuartal I- 2013. Menurut AppData, kami nomor satu untuk aplikasi wisata di Facebook.

Bagaimana Anda melihat pasar Indonesia?
Indonesia merupakan negara yang diperhitungkan di dunia karena memiliki beberapa tempat wisata terbaik. Itu berdasarkan jutaan ulasan dan opini berharga di wisatawan TripAdvisor. Awal tahun ini, Indonesia mengantongi sejumlah penghargaan Travellers Choice, di antaranya Ubud masuk Top 25 Travellers’ Choice Asia Destinations, mengalahkan tujuantujuan wisatas seperti Seoul, Taipei, dan Hanoi. Selain itu, Nusa Lembongan dan GiliTrawangan berhasil masuk Top 10 Travellers’ Choice Islands di Asia. Itu belum termasuk Pantai Padang yang berhasil masuk Top 10 Travellers’ Choice Beaches di Asia.

Seberapa kuat penetrasi pasar Anda di Indonesia?
Di Indonesia, TripAdvisor tumbuh pesat 21% dari tahun ke tahun. TripAdvisor memiliki 9,4% pangsa pasar dalam travel online di Indonesia dan masuk top 6 situs perjalanan di Indonesia berdasarkan data comScore.

Strategi dan program seperti apa yang Anda terapkan untuk meningkatkan pasar di Indonesia?
Kami akan terus menumbuhkan TripAdvisor, dengan menawarkan lebih banyak konten bahasa Indonesia bagi pengguna setia kami di Indonesia yang jumlahnya terus meningkat.

Target ekspansi bisnis di Indonesia dan Asia?
Sebagai perusahaan publik, saya tidak dapat berbicara tentang rencana spesifik. Namun, kami akan terus menawarkan lebih banyak dalam bahasa setempat bagi pengguna setia kami di Asia Tenggara yang jumlahnya terus meningkat. TripAdvisor telah memiliki situs di pasar wisata utama di Asia Tenggara.

Kami berdedikasi untuk memastikan bahwa kami membuat TripAdvisor sebaik mungkin untuk semua wisatawan dan pelaku bisnis pariwisata lokal di pasar-pasar tersebut. Itu berarti kami harus memastikan memiliki daftar lengkap pilihan hotel dan akomodasi untuk mendorong anggota lokal agar mengontribusikan ulasannya guna membantu komunitas perjalanan global.

Apa suka-duka Anda selama memimpin TripAdvisor?
Kami selalu percaya pada apa yang kami lakukan, tapi seperti semua sudah berjalan sesuai rencana. Kami hanya perlu mencari cara untuk membuat bisnis berjalan, namun menjaga agar biaya bisa ditekan sekecil mungkin. Ketika kami pertama mulai, model bisnis kami sama sekali berbeda dengan sekarang. Kami berencana melisensi konten TripAdvisor untuk portal perjalanan dan bisnis perjalanan online. Kami berharap bisa menawarkan konten berkualitas tinggi, sehingga bisnis perjalanan bisa mengakses database TripAdvisor, yang kemudian akan keluar lisensi atau mendapatkan bagian dari pendapatan yang dihasilkan pada tampilan halaman itu.

Setelah berjalan setahun, kami hanya memiliki satu kesepakatan lisensi dan kami sering bercanda bahwa cek pendapatan per kuartal yang kami terima dari kesepakatan bahkan tidak mampu menutupi biaya makan siang gratis mingguan yang kami tawarkan kepada karyawan kami.

Kami mengalami masa yang lebih sulit ketika peristiwa 9/11 (serangan teroris terhadap menara WTC di AS) menghantam kami. Itu adalah waktu yang sangat traumatis, terutama untuk industri perjalanan. Semua yang telah kami rencanakan terhenti. Kami mengurangi pegawai dan melakukan pemotongan gaji.

Tapi kami masih belum menghasilkan uang dan kami hidup dari dana yang tersisa di bank. Mendapatkan investasi lebih lanjut untuk membuat kami tetap berjalan adalah hal sulit. Kami meminta lebih banyak uang, tapi tidak bisa menunjukkan bagaimana kami bisa menghasilkan uang.

Bagaimana Anda keluar dari masa-masa sulit?
Untungnya, kami berhasil mendapatkan sedikit dana lagi, sehingga kami mencoba strategi baru. Kami mengambil Expedia sebagai klien dan mulai menargetkan konten kami di end user, bukan perusahaan-perusahaan perjalanan. Kami juga menghasilkan uang melalui iklan berbasis klik (CPC). Strategi baru ini terbukti sangat efektif dengan Expedia, dan kami segera menambahkan agen-agen perjalanan besar online lainnya. Pada 2002,

TripAdvisor berhasil meraih keuntungan dan sejak itu kami meraih keuntungan setiap tahun. Pada 2004, kami menjual TripAdvisor ke InterActive Corporation (IAC) senilai US$ 210 juta dalam bentuk transaksi tunai. Situs ini akhirnya menjadi bagian dari Expedia Inc. Pada 2005, kami bergabung bersama situs-situs Expedia terkenal lainnya seperti Hotels.com dan Hotwire. Pada Desember 2011, TripAdvisor dilepas dari Expedia (EXPE) dan kami menjadi perusahaan independent yang terdaftar di NASDAQ (TRIP).

Nilai-nilai bisnis yang Anda pegang?

Sejak kami memulai bisnis ini, kami telah memiliki filosofi perusahaan, yaitu ‘kecepatan untuk menang’. Kami terus berinovasi dan kami memiliki fitur dan fungsionalitas baru bagi konsumen TripAdvisor kami yang kami luncurkan setiap minggu. Kami mencari tahu bagaimana kinerja fitur baru ini dan kemudian berupa untuk membuatnya lebih baik lagi. Kami juga melihat fitur-fitur yang tidak dimanfaatkan dan mencari tahu apakah ada cara lain untuk membuatnya berfungsi atau jika perlu kami harus menariknya dari situs.

Filosofi hidup Anda?
Saya suka anggar dan saya adalah juara di kampus pada awal 1980-an. Di anggar, Anda harus berpikir tiga langkah ke depan. Maksudnya, Anda harus punya visi jauh ke depan, beberapa langkah lebih maju dari orang-orang atau kompetitor. Setiap kali akan bertindak, Anda juga harus memikirkan tindakan-tindakan selanjutnya. Ternyata hal ini menjadi latihan yang bagus bagi kehidupan korporasi saya.

Terobosan yang telah Anda lakukan untuk TripAdvisor?
Pada 2004, TripAdvisor dijual ke InterActive Corporation (IAC) seharga US$ 210 juta secara tunai. Pada Desember 2011, TripAdvisor dilepas dari Expedia dan menjadi perusahaan independen serta terdaftar di NASDAQ. Pada Maret 2013, TripAdvisor melewati 100 juta ulasan dan opini yang merupakan tonggak sejarah kami. Sekarang, TripAdvisor menjadi situs travel terbesar di dunia dengan lebih dari 260 juta pengunjung setiap bulannya.

Anda punya gaya kepemimpinan seperti apa?
Saya memiliki sejumlah eksekutif senior yang memberikan laporan dari seluruh dunia kepada saya. Saya memberikan kelonggaran kepada tim untuk memberikan solusi terbaik, tapi saya tetap mesti tahu apa yang terjadi. (*)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN