Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
arus balik

arus balik

Surat Bebas Covid-19 Syarat Utama Arus Balik

Sabtu, 15 Mei 2021 | 20:05 WIB
Bayu Marhaenjati

Jakarta - Dokumen atau surat bebas Covid-19, menjadi syarat utama yang wajib dimiliki masyarakat ketika hendak kembali ke Jakarta. Petugas bakal melakukan pemeriksaan dalam pengamanan arus balik di 12 titik yang telah disiapkan.

"Makanya diarahkan para warga masyarakat yang akan kembali ke wilayah hukum Polda Metro Jaya, ke Bekasi, Depok, Jakarta, ke Tangerang sebaiknya sudah memeriksakan dirinya di tempat asal dia datang ke Jakarta. Sudah membawa surat bebas Covid-19, sehingga ketika ada pemeriksaan dia tinggal tunjukan," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, Sabtu (15/5/2021).

Terkait upaya mengantisipasi dokumen palsu, Sambodo menyampaikan, pihak Reserse sudah mengungkap dan menindak sejumlah kasus dokumen palsu. Seharusnya bisa memberikan efek jera karena ada ancaman hukuman.

"Tapi ini kan kembali kepada masyarakat itu sendiri ya. Dia tidak perlu membuat yang palsu kok, dia tinggal datang kita swab gratis. Kenapa harus palsu, orang kita bikin yang gratis," ungkapnya.

Sambodo menyampaikan, pengendara yang reaktif atau positif Covid-19 akan dibawa ke Rumah Sakit Wisma Atlet menggunakan kendaraan bus sekolah.

"Jadi nanti kita akan masuk ke bus, kita berangkatkan ke sana. Mungkin pemberangkatannya karena jauh jadi 1 jam sekali ada yang kita berangkatkan ke sana, bergantung nanti seberapa banyak yang kita periksa mendapatkan hasil reaktif," katanya.

Sambodo menambahkan, nanti kendaraan pengendara yang reaktif juga akan dibawa ke RS Wisma Atlet. "Jadi yang kita periksa random sampling tidak hanya kendaraannya yang random, tapi juga penumpangnya random. Jadi misalnya kita periksa 50% dari penumpang, kalau penumpangnya dua orang yang kita periksa satu, kalau empat orang kita periksa dua, kalau enam kita periksa tiga. Tapi begitu satu saja reaktif, maka satu kendaraan itu akan kita PCR," tandasnya.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN