Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kemacetan Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/gora kunjana

Kemacetan Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/gora kunjana

Survei TomTom: Kemacetan di DKI Menurun 8%

B1, Rabu, 19 Juni 2019 | 09:45 WIB

JAKARTA – Pemerinfah Provisni (Pemprov) DKI menyambut baik hasil laporan Indeks Lalu Lintas Tomtom yang menyatakan tingkat kemacetan lalu lintas di Kota Jakarta mengalami penurunan sebanyak 8%.

Menurut laporan itu, pada 2018 ini tingkat kemacetan menurun, dari 61% pada 2017 menjadi 53% pada 2018. Kondisi ini menempatkan Jakarta dalam peringkat tujuh yang paling tercemar di dunia, naik dari peringkat keempat pada 2017.

TomTom mencatat Senin, 18 Juni 2018, menjadi hari dengan tingkat kemacetan terendah di Jakarta. Adapun kemacetan terburuk di Jakarta tahun lalu terjadi pada Kamis, 15 Februari 2018

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI, Sigit Widjatmoko mengatakan, hasil survei yang dikeluarkan Indeks Lalu Lintas Tomtom berdasarkan perkembangan pembangunan infrastruktur di bidang transportasi yang di inisiasi oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Hasil sur vei Tomtom tersebut adalah berdasarkan perkembangan pembangunan di bidang transportasi oleh Pak Gubernur. Hasil survei yang dilakukan juga berdasarkan prinsip prinsip ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan,” kata Sigit Widjatmoko, di Jakarta, Senin (17/6).

Pengurangan kemacetan di Jakarta yang cukup signifikan, dinilainya diakibatkan delapan program pembangunan yang dilakukan Pemprov DKI selama ini. Ketujuh program tersebut, diantaranya pertama, telah beroperasinya beberapa underpass dan flyover yang sudah rampung dibangun Pemprov DKI.

Program kedua, adalah penutupan perlintasan sebidang kereta rel listrik (KRL). Hingga saat ini sebanyak 14 perlintasan kereta api sebidang sudah ditutup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemprov DKI menargetkan 19 perlintasan sebidang lagi yang secara bertahap juga akan ditutup.

“Program ketiga adalah kebijakan pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem nomor polisi ganjil-genap yang diperluas area penerapannya dan diperpanjang waktunya,” ujar Sigit.

Program keempat, redesain Jalan MH Thamrin dan Jend Sudirman sehingga semakin lebar tanpa adanya jalur lambat. Dengan demikian, orang semakin banyak yang berjalan kaki dengan aman dan nyaman.

Program kelima, adanya program Jaklingko yang merangkul angkutan umum dalam manajemen Dishub DKI sehingga tidak ngetem sembarangan karena sudah mengacu pada sistem rupiah per kilometer. “Program keenam membuka rute-rute baru untuk area layanan Transjakarta,” ungkap Sigit.

Ketujuh, menugaskan PT Transjakarta untuk berintegrasi dengan angkutan perkotaan dan mewadahi program JakLingko. Seperti terintegrasi dengan MRT Jakarta, LRT Jakarta dan Commuter Line.

“Kedelapan, bersama dengan stake holder terkait, baik BPTJ maupun Dishub di kawasan Bodetabek untuk bersama sama mengembangkan transportasi dari dan ke daerah pemukiman ke kota serta ke bandara,” tuturnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA