Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Tahir, JK, Faisal Basri Siap Jadi Capres/Cawapres

Kamis, 13 Maret 2014 | 15:28 WIB
Anis Rifatul Ummah

JAKARTA – Terdapat tiga tokoh yang bersedia maju dalam ajang seleksi calon kepemimpinan nasional sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) yang digagas Komunike Bersama Peduli Indonesia (KBPI). Yakni, Dato Sri Tahir (Pendiri Tahir Foundation dan Mayapada Group), Jusut Kalla (Ketua Umum Palang Merah Indonesia dan mantan Wakil Presiden), dan Faisal Basri (Tokoh Intelektual).

“Hanya tiga nama yang menyatakan kesediaan menerima tantangan maju dalam ajang seleksi kepemimpinan nasional sebagai capres dan cawapres. Selanjutnya kami juga memanggil tiap warga negara yang sadar akan nasib bangsa dan negara untuk ikut serta secara aktif dengan bersama-sama menguji dan mendorong para sang penantang tersebut agar diterima oleh partai politik (parpol),” kata Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat dalam konferensi pers KBPI bertajuk “Mereka Bersedia Pimpin Indonesia”, di Jakarta, Kamis (13/3).

Menurut Komaruddin, secara moral 19 tokoh yang diundang menjawab bersedia. “Terbagi dua jawaban yakni mereka yang mau dicalonkan serta hambatan etis misalnya masih jabat bupati,” ujarnya.

Komaruddin menjelaskan, KBPI bersifat inklusif. “Kami coba menangkap aspirasi publik yaitu berdasar survei masyarakat kecewa dengan kinerja parpol. Padahal parpol sebuah keharusan, tidak mungkin demokrasi tanpa parpol. Ada berbagai komentar, sekrang terjadi oligarki parpol sehingga muncul diskoneksitas. Kami ajak intelektual di luar partai untuk bicara dan tampil,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada 12 Februari 2014 lalu, KBPI mengumumkan dan mengirimkan surat tantangan kepada 19 tokoh yang berasal dari penggerak sosial, pemimpin bisnis, birokrat hingga intektual untuk ditantang menjadi calon pemimpin nasional. Ke-19 tokoh yang masuk dalam radar KBPI dianggap telah memenuhi standar kompetensi, kapabilitas, dan integritas.

Dari latar belakang birokrat atau kepala daerah, muncul lima nama. Mereka adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Bupati Bojonegoro Suyoto, dan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih.

Dari latar belakang CEO, ada delapan nama yang ditantang. Mereka adalah Founder Mayapada Group Tahir, CEO Kompas Gramedia Agung Prasetyo, CEO Trans Corp Chairul Tanjung, mantan CEO IBM Asia Pasifik Beti Alisyahbana, CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar, CEO PT Kereta Api Indonesia Ignatius Johan, CEO Garuda Food Sudhamex, dan Direksi World Bank Sri Mulyani.

Selanjutnya, dari latar belakang pegiat sosial ada tiga nama. Mereka adalah Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, wirausaha sosial Tri Mumpuni, dan Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Prawansa.

Terakhir, dari kalangan intelektual atau akademisi juga muncul tiga nama. Mereka adalah Imam Prasodjo, Faisal Basri, dan Onno Purbo.

Hingga batas yang telah ditentukan, terdapat 14 tokoh telah mengirimkan balasan. sedangkan 5 nama tidak mengirimkan surat balasan yaitu Ridwan Kamil, Tri Rismahrini, Rustriningsih, Suyoto dan Chairul Tanjung. (C-6/SP/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN