Menu
Sign in
@ Contact
Search
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi pada acara seminar daring bertajuk;

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi pada acara seminar daring bertajuk; "Accelerating Social Inclusion Through Women Empowerment" yang diselenggarakan oleh Beritasatu Media Holdings bersama Citi Indonesia, Rabu (6/4/2022). (Foto: Beritasatu.com)

Tak Pasang Target, Kemenkes Berharap Vaksinasi Booster 2 untukNakesSelesai Secepatnya

Sabtu, 30 Juli 2022 | 18:23 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berharap vaksinasi booster kedua atau dosis keempat bagi semua tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia bisa selesai secepatnya. "Kemenkes memang tidak memasang target kapan seharusnya vaksinasi ini rampung. Tetapi kami berharap vaksinasi Covid-19 booster kedua nakes secepatnya bisa selesai ya," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi kepada Beritasatu, Sabtu (30/7/2022).

Pelaksanaan vaksinasi booster kedua untuk nakes sudah dimulai sejak kemarin Jumat (29/7/2022). Namun banyak masyarakat umum menanyakan kapan giliran masyarakat umum dilakukan?

Menurut dr Nadia, pemerintah belum memutuskan vaksinasi booster kedua untuk masyarakat umum. "Belum tahu kapan vaksinasi booster kedua masyarakat umum dilakukan. Hal ini masih menunggu kajian dahulu," jawabnya.

Dikatakan, saat ini pemerintah masih mempertimbangkan banyak hal. Misalnya, capaian vaksinasi booster pertama baru 30%. Kemudian, masih ada 38 juta masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap.

Meski belum ada keputusan vaksinasi booster kedua bagi masyarakat umum, Nadia mengingatkan semua pihak untuk tetap menjaga imunitas. "Jadi penting untuk tetap mempertahankan imunitas pada level individu dan masyarakat dengan melengkapi vaksin dua dosis dan segera vaksin dosis satu," ujarnya.

Sementara untuk target sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang bakal divaksinasi Covid-19 dosis keempat atau booster kedua sebanyak 1,9 juta.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Kemenkes, dr Mohammad Syahril menyatakan memang awalnya total jumlah nakes yang akan divaksinasi booster kedua sejumlah 4 juta.

Sementara 1,9 terdiri dari dokter atau tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit, puskesmas, klinik, praktik swasta, perawat. Termasuk tenaga kesehatan yang melakukan kunjungan rumah, melakukan surveilans pada masyarakat, vaksinator, pelaku penyuluhan atau edukasi publik, pelacak kasus kontak.

"Nah sisanya untuk SDM kesehatan lain yang terdiri dari laboratorium, farmasi, ronsen, pemulangan jenazah, kesehatan lingkungan dan yang terkait langsung dengan pelayanan," ungkap dr Syahril.

Alasan Vaksinasi Dosis Keempat Nakes
Kementerian Kesehatan mengungkap alasan memberikan vaksinasi dosis keempat atau booster kedua bagi tenaga kesehatan. Kementerian Kesehatan mengatakan belakangan ini penularan Covid-19 kembali meningkat. Nakes menjadi kelompok yang berisiko tinggi terpapar Covid-19.

"Dengan mempertimbangkan semakin banyaknya jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19, maka diperlukan upaya untuk memberikan vaksinasi Covid-19 dosis booster kedua bagi SDM kesehatan," ungkapnya.

Selain itu, Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization/ITAGI) memberikan rekomendasi vaksinasi booster kedua kepada tenaga kesehatan. Rekomendasi itu tertuang dalam surat nomor ITAGI/SR/11/2022 tanggal 27 Juni 2022.

Keputusan pemerintah memberikan vaksinasi Covid-19 booster kedua kepada tenaga kesehatan tertuang dalam surat edaran Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Surat itu bernomor HK.02.02/C/3615/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster Kedua Bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan.

Surat edaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan dan kerja sama pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan penyelenggara layanan imunisasi, baik pemerintah maupun swasta, dalam melakukan vaksinasi Covid-19 booster kedua bagi SDM kesehatan.

Surat ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten, dan Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan seluruh Indonesia.

Dalam surat disebutkan, vaksin yang digunakan dalam vaksinasi booster kedua bagi tenaga kesehatan harus sudah mendapatkan Persetujuan Penggunaan Dalam Kondisi Darurat Atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, penggunaan vaksin memperhatikan stok yang ada.

Vaksinasi booster kedua diberikan kepada tenaga kesehatan yang sudah menerima vaksinasi booster pertama minimal enam bulan terakhir. "Vaksinasi Covid-19 dosis booster ke-2 bagi SDM kesehatan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan atau di pos pelayanan vaksinasi Covid-19," demikian bunyi surat edaran tersebut.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com