Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Timah Tbk. Foto: dok ID

PT Timah Tbk. Foto: dok ID

Tambah Modal Anak Usaha, Timah dan Grup Telkom Inbreng Aset

DKA, Rabu, 27 Februari 2019 | 09:55 WIB

JAKARTA − PT Timah Tbk (TINS) dan anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), yakni PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), menambah modal anak usaha dengan skema inbreng aset. Telkomsel melakukan inbreng bisnis TCASH kepada PT Fintek Karya Nusantara, sedangkan Timah mengalihkan kepemilikan lahan kepada PT Rumah Sakit Bakti Timah.

Sekretaris Perusahaan Timah Amin Haris Sugiarto menyatakan, perseroan telah melakukan inbreng aset tidak bergerak, yakni sertifikat hak guna bangunan atas sejumlah lahan di tiga wilayah kepada Rumah Sakit Bakti Timah. Untuk sertifikat hak guna bangunan di lahan yang pertama, menurut dia, nilainya setara dengan Rp 53,83 miliar. Adapun lahan tersebut berlokasi di kelurahan Taman Bunga, Bangka Belitung.

Selanjutnya, Timah juga mengalihkan sertifikat hak guna bangunan atas lahan yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Bangka Belitung dan setara dengan nilai Rp 3,97 miliar. Kemudian, perseroan juga mengalihkan sertifikat hak guna bangunan atas lahan senilai Rp 13,19 miiar.

”Untuk nilai lahan, sesuai dengan penilaian Kantor Jasa Penilai Publik Felix Sutandar dan Rekan,” ujar Amin dalam keterangan resmi, Selasa (26/2).

Seiring dengan inbreng tersebut, Timah telah menyertakan modal tambahan senilai Rp 70,99 miliar kepada Rumah Sakit Bakti Timah. Menurut Amin, sejauh ini kepemilikan saham Timah di Rumah Sakit Bakti Timah menjadi 99,99% dari 99,90% pada kuartal III-2018.

Sebab, melalui inbreng aset, perseroan telah menambah kepemilikan sebanyak 7.098.600 saham. Dengan demikian, secara total perseroan menggenggam 22.098.350 saham di rumah sakit tersebut.

Sementara itu, VP Investor Relations Telkom Andi Setiawan mengemukakan, perseroan melalui Telkomsel telah melakukan penyertaan modal nontunai atau inbreng atas bisnis layanan uang elektronik TCASH kepada Fintek Karya Nusantara (Finarya). Keputusan pengalihan inbreng bisnis tersebut telah efektif sejak 22 Februari lalu.

“Sejauh ini, Telkomsel menjadi pemegang saham 99,99% di Finarya. Adapun layanan TCASH beralih menjadi LinkAja,” ujar Andi dalam keterangan resmi.

Mengenai perubahan TCASH menjadi LinkAja, hal tersebut merupakan bentuk sinergi antara badan usaha milik negara (BUMN). Sebab, Grup Telkom melalui layanan uang elektronik LinkAja berkolaborasi dengan layanan uang elektronik e-Cash milik PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), UniQu milik PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan TBank Milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Untuk implementasi tersebut, sebelumnya Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Maryono menyatakan, pengguna layanan uang elektronik di Bank Himbara sudah dapat menggunakan layanan LinkAja per 1 Maret 2019.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN