Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Epidemiolog Grifith University. Dicky Budiman. Sumber: BSTV

Epidemiolog Grifith University. Dicky Budiman. Sumber: BSTV

Tanpa Hak Paten, Vaksin Covid-19 Bisa Diproduksi dalam Bentuk Generik

Senin, 10 Mei 2021 | 21:35 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id  - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman, menyatakan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk mendukung penghapusan hak paten vaksin Covid-19 adalah langkah terobosan luar biasa (extraordinary).

Dicky mengatakan penghapusan hak paten vaksin Covid-19 bisa menguntungkan publik karena vaksin dapat diproduksi dalam bentuk generik.

“Tentu menghapus hak paten akan menguntungkan artinya vaksin dapat diproduksi dalam bentuk generik. Berbicara generik itu seperti obat, jadi tentu lebih murah dan menguntungkan,” kata Dicky saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (10/5/2021).

Dicky mendorong negara-negara maju lain mengikuti langkah AS tersebut agar akses vaksin semakin terjangkau khususnya di negara-negara miskin. Pasalnya, gap atau kesenjangan dalam jumlah warga yang menerima vaksin antara negara maju dan negara miskin, semakin besar.

Dicky menyebut jumlah penerima vaksin di negara miskin kurang dari 1% populasi penduduk, sebaliknya di negara maju kurang lebih sudah 20% bahkan ada yang sudah 50% populasinya menerima vaksin.

“Ini sebetulnya yang diharapkan dari setiap pemerintahan. Pandemi ini adalah krisis public health, krisis yang extraordinary, dan harus diberikan treatment extraordinary. Salah satunya dalam kaitan vaksin, ya seperti ini,” ujarnya.

Dicky mengatakan proses penghapusan hak paten vaksin Covid-19 dilakukan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Nantinya, WTO akan merilis detail informasi termasuk terkait produksi vaksin.

Menurutnya, penghapusan hak paten akan memberikan kemudahan dalam produksi vaksin Covid-19. Namun, dia mengingatkan masalah hak paten vaksin Covid-19 tidak bisa hanya dipandang sebatas paten untuk vaksin saja.

“Nanti izinnya bisa dari gobal. Tapi perlu diingat, hak paten bukan hanya masalah vaksin, tapi dalam kaitan pandemi, ada paten di obat, teknologi diagnostik. Ini juga harus diperhitungkan,” ujarnya.

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan dukungan terhadap rencana untuk melepaskan proteksi paten global atas vaksin Covid-19. Perwakilan Dagang AS Katherine Tai mengatakan, sementara hak kekayaan intelektual untuk bisnis tergolong penting, Pemerintah AS mendukung pencabutan proteksi atas vaksin Covid-19 demi mengakhiri pandemi yang sudah berlangsung setahun lebih ini.

"Ini adalah krisis kesehatan global dan keadaan luar biasa dari pandemi Covid-19 membutuhkan tindakan yang juga luar biasa," katanya dalam sebuah pernyataan, Rabu (5/5), yang dikutip AFP.

Biden berada di bawah tekanan kuat untuk mengesampingkan perlindungan bagi produsen vaksin, terutama di tengah kritik bahwa negara-negara kaya sedang menimbun dosis.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN