Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Presiden KH Maruf Amin. Sumber: BSTV

Wakil Presiden KH Maruf Amin. Sumber: BSTV

Tantangan Kompleks dan Dinamis, Wapres: Perlu Perkuat Sektor Pertahanan dan Keamanan

Jumat, 18 Juni 2021 | 18:01 WIB
Markus Junianto Sihaloho

JAKARTA, investor.id  - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyatakan berbagai kasus global menunjukkan belum adanya penurunan tensi secara signifikan. Maka peran sektor pertahanan dan keamanan menjadi semakin penting untuk diperkuat.

Menurut Wapres Ma'ruf Amin, saat ini tantangan pertahanan dan keamanan yang dihadapi oleh berbagai negara, termasuk Indonesia, semakin kompleks dan dinamis.

Tantangan tersebut dapat datang dari aspek militer, nonmiliter, dan hibrida. Oleh karena itu untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang datang, diperlukan penguatan pada sektor pertahanan dan keamanan.

"Berbagai kemungkinan harus mampu diantisipasi untuk melindungi segenap bangsa, negara, dan seluruh warganya,” kata Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin pada acara Penutupan Konferensi Nasional Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) Abad ke-21 di Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Jumat (18/6/2021).

Wapres memberikan apresiasi atas diselenggarakannya Konferensi Nasional Sishankamrata Abad ke-21 ini. Wapres pun berharap agar apa yang sudah dihasilkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Dokumen hasil konferensi ini bernilai sangat strategis dalam mendorong gerakan berskala nasional untuk mengoptimalkan implementasi dari sishankamrata menghadapi ancaman terhadap NKRI di abad ke-21,” ungkap Wapres.

“Saya minta agar apa saja yang sudah dirumuskan tersebut, jangan sampai hanya menjadi dokumen di atas meja, namun dapat diimplementasikan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi NKRI,” pungkasnya.

Menhan Prabowo Subianto. Sumber: BSTV
Menhan Prabowo Subianto. Sumber: BSTV

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa selama ini pemahaman tentang sishankamrata lebih sering dijumpai untuk personil di kalangan militer saja. Baginya, diperlukan juga sosialisasi sishankamrata untuk kalangan nonmiliter.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan menilai bahwa dokumen sishankamrata yang ada saat ini usianya sudah cukup lama. Sehingga terdapat urgensi untuk memperbaharui dokumen tersebut. Supaya dapat diimplementasikan sesuai dengan tantangan zaman yang ada saat ini.

“Perlu dilakukan aktualisasi, disesuaikan dengan abad ke-21, dengan keadaan yang kita hadapi sekarang dan dasawarsa-dasawarsa yang akan datang,” ungkap Prabowo.

Dia memuji produk yang dihasilkan oleh konferensi itu. Sebab isinya aktual dengan kondisi abad ke-21.

"Dan menampung serta menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi oleh pelaku-pelaku, pelaksana-pelaksana, pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pertahanan negara di lapangan,” tandas Prabowo.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN