Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo dan 7 milenial staf khusus. Foto: IST

Presiden Joko Widodo dan 7 milenial staf khusus. Foto: IST

Tantowi Yahya Salut atas Langkah Presiden Tunjuk Stafsus Milenial

Novy Lumanauw, Jumat, 22 November 2019 | 13:38 WIB

JAKARTA, investor.id – Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengatakan salut atas langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk tujuh staf khusus (stafsus) dari kelompok milenial. Stafsus milenial tersebut, kata Tantowi, bakal menjadi jembatan komunikasi Presiden dengan anak-anak muda Indonesia.

“Banyak yang menanyakan dengan nada sanksi, bisa apa sih mereka? Namun setelah mendengar mereka bicara satu persatu, saya yakin keraguan itu akan pupus,” kata Tantowi Yahya dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Tantowi Yahya. Foto: id.wikipedia.com
Tantowi Yahya. Foto: id.wikipedia.com

Tantowi mengatakan, ketujuh milenial tersebut memang anak-anak cerdas. Sanggup menyampaikan pemikiran mereka dengan bahasa ringan, langsung, jujur khas milenial dan tanpa gugup sedikitpun meski di dekat Presiden.

“Menurut saya, melalui mereka Presiden bisa lebih mengetahui aspirasi di kalangan tersebut. Bisa menjalin komunikasi dengan mereka. Salut! Itu saja,” ujar Tantowi Yahya.

Jembatan komunikasi

Seperti diketahui, Presiden Jokowi memperkenalkan 7 orang stafsus Presiden berusia muda dan berasal dari kalangan milenial. Presiden Jokowi berharap para staf khusus milenial tersebut akan menjadi jembatan antara Presiden dengan anak-anak muda, santri muda, hingga diaspora yang tersebar di berbagai tempat.

"Sore hari ini saya ingin kenalkan stafsus presiden yang baru, yang tugas khususnya nanti adalah mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. Di sini juga kita lihat anak-anak muda semuanya," kata Presiden Joko Widodo di veranda Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11).

Presiden Jokowi mengenakan kemeja putih dengan lengan kemeja digulung tampil bersama 4 laki-laki dan 3 perempuan muda yang seluruhnya mengenakan kemeja putih. Mereka lalu duduk santai di beanbag yang sudah disiapkan di veranda.

"Pertama saudara Adamas Belva Syah Devara, umur 29 tahun, S2 ganda lulusan Harvard University dan Stanford University di Amerika Serikat," kata Presiden.

Presiden yang memanggil Belva dengan panggilan "mas" memperkenalkan "mas Belva" adalah pendiri dan CEO Ruangguru, masuk ke Forbes 30 di umur di bawah 30 tahun serta mendapatkan medali emas dari Lee Kuan Yu saat lulus sarjana di NTU (Nanyang Technology University) di Singapura.

"Kedua, Putri Indahsari Tanjung, usia masih sangat muda 23 tahun, saya juga kaget masih 23 tahun. Jebolan sarjana Academy Of Arts di San Fransisco. Kita sering dengar kiprahnya sebagai founder dan CEO di Creativepreneur dan juga menjadi chief bussiness officer of Kreafi, betul?" tambah Presiden.

Ketiga, Andi Taufan Garuda Putra yang berumur 32 tahun, lulusan Harvard Kennedy School. "Bergerak di dunia entreprenueur banyak meraih penghargaan atas inovasinya dan termasuk atas kepeduliannya atas sektor UMKM, menjadi CEO Amarta MicroFintech, saya kenal beliau saat urusan Fintech," ungkap Presiden.

"Keempat, Ayu Kartika Dewi, 36 tahun, tapi kelihatan masih 25 tahun adalah salah satu anak muda yang memiliki misi mulia untuk merekatkan persatuan di tengah kebhinekaan, menjadi pendiri dan mentor lembaga Sabang Merauke 1000 Anak Bangsa Merantau untuk Kembali," ungkap Presiden.

Ayu meraih gelar MBA di Duke University di Amerika Serikat. "Kelima Gracia Billy Mambrasar, umur 31 tahun, ini putra Papua lulusan NUA S2 dan sebentar lagi selesai di Oxford University, dan nanti Oktober akan masuk ke Harvard University untuk S3. Billy adalah talenta hebat tanah Papua yang kita harapkan bisa banyak berkontribusi dengan gagasan inovatif dalam membangun tanah Papua," ujar Presiden.

Billy juga adalah CEO Kitong Bisa. "Keenam, Angki Yudistia, umur juga masih muda 32 tahun. Angki adalah anak muda penyandang disabilitas yang aktif bergerak di sociopreneur melalui Disable Enterprise yang didirikannya, aktif sebagai anggota Asia-Pacific Federation of the Hard of Hearing and Deafened Person, anggota Internasional Federation Hard of Hearing of Young People," tambah Presiden.

Presiden meminta Angki menjadi jubir Presiden di bidang sosial. "Ketujuh, ini santri, Aminuddin Maruf, usia 33 tahun pernah menjadi Ketum Umum PMII (Pergerakan Mahasiswa Indonesia). Mas Aminuddin saya minta keliling ke santri, ke pesantren untuk menebar gagasan-gagasan inovasi baru," tutur Presiden.

Presiden meyakini bahwa pesantren bisa melahirkan talenta-talenta hebat untuk memajukan bangsa.

"Ketujuh anak muda ini akan menjadi teman diskusi saya, harian, mingguan, bulanan, memberikan gagasan-gagasan segar inovatif sehingga kita bisa mencari cara-cara baru, yang out of the box yang melompat untuk mengejar kemajuan, sekaligus menjadi jembatan saya bagi anak muda, santri muda diaspora yang tersebar di berbagai tempat," ujar Presiden.

Presiden juga meyakini dengan gagasan-gagasan segar dan kreatif untuk membangun Indonesia.

"Kita akan melihat nanti gagasan itu apakah bisa diterapkan dalam pemerintahan," kata Presiden menambahkan.

Selain staf khusus milenial itu, ada 6 Staf Khusus Presiden lain, yaitu Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, akademisi, Sukardi Rinakit, intelektual dan Arif Budimanta, ekonom Megawati Institute.

Selain itu, Diaz Hendropriyono, Ketua Umum PKPI, Dini Shanti Purwono, Kader PSI, ahli hukum lulusan Harvard, dan M. Fadjroel Rachman, Juru Bicara Presiden.

Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit dan Diaz Hendropriyono adalah stafsus lama yang kembali bertugas.

Ari Dwipayana adalah staf khusus bidang politik dan pemerintahan. Tugasnya adalah menyampaikan informasi kepada publik mengenai kegiatan dan berbagai penjelasan presiden.

Sunardi Rinakit menjadi staf khusus bidang politik dan pers yang berugasnya adalah membuat pidato terkait politik dan pers. Diaz Hendropriyono sebagai staf khusus bidang sosial.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA