Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal

Presiden Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal

Tolak UU Cipta Kerja, 3 Juta Buruh Kembali Ancam Mogok Nasional

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:17 WIB
Herman (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Partai Buruh bersama empat konfederasi serikat pekerja/buruh terbesar di Indonesia, Serikat Petani Indonesia (SPI) dan 60 federasi serikat pekerja tingkat nasional akan mengorganisir aksi mogok nasional bila pemerintah dan DPR tetap mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja.

Presiden Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan, sebelum dilakukan aksi mogok nasional, pada 15 Juni 2022 mendatang juga akan digelar aksi di depan gedung DPR-RI yang melibatkan puluhan ribu buruh dari Jabodetabek. Secara bersamaan, aksi serupa juga akan digelar di kota-kota lainnya di seluruh Indonesia.

Advertisement

“Ada dua tuntutan kami pada aksi 15 Juni nanti, yaitu batalkan revisi Undang-Undang Peraturan Pembentukan Perundang-Undangan (UU PPP), dan tolak Undang-Undang Omnibus Lawa Cipta Kerja,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (4/6/2022).

Apabila tuntutan tersebut tidak dilakukan, barulah nantinya baru buruh akan menggelar aksi mogok nasional yang waktunya akan ditentukan kemudian. Said Iqbal menyampaikan, aksi mogok nasional tersebut rencananya akan dilakukan selama 3 hari 3 malam dan diikuti oleh sekitar 3 juta buruh.

“Bila UU Cipta Kerja tetap dipaksakan untuk disahkan, kami akan menggelar aksi mogok nasional yang diikuti 3 juta buruh, akan stop produksi dan dilakukan sesuai dengan mekanisme undang-undang,” kata Said Iqbal.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN