Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
TP Rachmat menerima Honoroy Lifetime Achievement Award dari Ernst & Young. Sumber: twitter Ernst & Young

TP Rachmat menerima Honoroy Lifetime Achievement Award dari Ernst & Young. Sumber: twitter Ernst & Young

TP Rachmat: Membagikan Berkat Tuhan adalah Keniscayaan

Gora Kunjana, Kamis, 14 November 2019 | 23:25 WIB

JAKARTA, investor.id – Setiap manusia diberi begitu banyak anugerah oleh Tuhan. Perjalanan hidup kita sepenuhnya dan seluruhnya adalah berkat Tuhan. Suka dan duka, kegagalan dan keberhasilan, juga sehat dan sakit, kaya dan miskin. Sepenuhnya dan seluruhnya adalah berkat Tuhan.

Oleh karenanya, menjadi sebuah keniscayaan bagi kita, untuk sebisa mungkin membagikan berkat yang telah Tuhan berikan bagi keluarga, perusahaan, masyarakat, terlebih bangsa Indonesia. Bangsa yang telah memberikan begitu banyak kesempatan bagi kita semua.

Demikian dikemukakan Pendiri kelompok bisnis Triputra Group, Theodore Permadi Rachmat  atau TP Rachmat dalam pidatonya saat menerima Lifetime Achievement Award Ernst & Young, 2019, Rabu malam (13/11/2019).

“Sebuah ayat dalam Kitab Suci yang saya yakini, menyatakan demikian: ‘To whom much is given, much is required.’ ‘Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut,” jelas TP Rachmat.   

TP Rachmat. Foto: youtube
TP Rachmat. Foto: youtube

Sebagai wujud terima kasih yang tulus dan dalam atas penghargaan yang dia terima, TP Rachmat kemudian menyampaikan 3 hal sederhana. “Tiga hal yang besar peranannya dalam kehidupan saya, dan mendorong saya untuk terus berbagi dan berkarya bagi Indonesia,” katanya.

Yang pertama, ungkap TP Rachmat, adalah LEARN FROM MISTAKES AND FAILURES.

Ia mengungkapkan bahwa pengalaman hidup membuat dirinya sampai pada kesimpulan, bahwa justru berbagai kesalahan dan kegagalan dalam hiduplah, yang paling berharga dan menjadi pendorong kita untuk terus berupaya menjadi the better version of us.

“Mempelajari kenapa kita salah ambil keputusan atau kenapa kita gagal, membuat kita tidak terbawa pada kesalahan dan kegagalan yang sama. Sebaliknya, merayakan keberhasilan atau kemenangan terlalu lama, hanya akan menumpuk rasa bangga dan puas diri, yang membuat kita terlena,” ujarnya.

Yang kedua, lanjut dia, adalah MINDSET.

Menurut TP Rachmat, pola pikir mempengaruhi dan melandasi perilaku manusia. Pola pikir membedakan manusia dari ciptaan Tuhan yang lain. Pola pikir adalah pilihan bebas manusia, namun pola pikir yang keliru dapat membelenggu manusia.

Pendiri Triputra Group TP Rachmat menerima Lifetime Achievement Award Ernst & Young 2019, Rabu (13/11). Foto: IST
Pendiri Triputra Group TP Rachmat menerima Lifetime Achievement Award Ernst & Young 2019, Rabu (13/11). Foto: IST

“Membawa manusia pada sikap dan perilaku negatif. Ada fixed mindset, ada growth mindset. Fixed mindset menempatkan manusia pada posisi pasif, bergantung pada nasib dan keberuntungan. Growth mindset, membawa manusia pada posisi yang lebih aktif, optimis, dan keyakinan bahwa daya upaya akan lebih menentukan daripada nasib atau keberuntungan semata. Fixed mindset memenjarakan, growth mindset membebaskan,” ucapnya.

Yang ketiga, tandas TP Rachmat, adalah VALUES.

“We have to change with changing time, but we have to hold on to unchanged values.”

“Kata-kata bijak dari sahabat saya, almarhum Benny Subianto itu saya yakini benar. Kita harus terus berubah dan beradaptasi sejalan dengan waktu, namun kita juga harus berpegang teguh pada nilai-nilai luhur. Meluncur terus ke depan, tetapi dengan kaki yang kokoh berpijak pada prinsip-prinsip kehidupan,” katanya.

Penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa TP Rachmat  Founder Triputra Group Ir Theodore Permadi Rachmat (kanan) menerima gelar Doctor Honoris Causa yang diberikan oleh Rektor  Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof.Dr. Ir Kadarsah Suryadi, DEA, Bandung (3/7/2019). ITB menganugerahkan gelar Doctor Honoris Causa kepada TP Rachmat karena keunikannya dalam membangun bisnis manufaktur dengan Engineering Values sebagai basis pengembangan budaya kerja. Investor Daily/David Gita Roza
Penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa TP Rachmat Founder Triputra Group Ir Theodore Permadi Rachmat (kanan) menerima gelar Doctor Honoris Causa yang diberikan oleh Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof.Dr. Ir Kadarsah Suryadi, DEA, Bandung (3/7/2019). ITB menganugerahkan gelar Doctor Honoris Causa kepada TP Rachmat karena keunikannya dalam membangun bisnis manufaktur dengan Engineering Values sebagai basis pengembangan budaya kerja. Investor Daily/David Gita Roza

Lebih lanjut TP Rachmat mengatakan bahwa Integrity and Ethics, Excellence, Compassion, dan Humility adalah nilai luhur itu yang ia pegang teguh sepanjang hidupnya.

Diantara keempat nilai inti itu, ia mengaku, Humility yang sungguh tidak mudah untuk dipraktekkan. Humility berakar dari kesadaran bahwa selayaknya kita menempatkan kepentingan yang lebih mulia di atas kepentingan pribadi.

“Semakin pandai, kaya, dan kuat, semakin besar godaan untuk tidak bersikap humble. Godaan yang apabila tidak kita kendalikan, akan membawa kita pada kondisi stagnan, serakah, dan merasa diri sebagai pusat dunia,” ujarnya.

Humility, sambung dia, membangun keberanian untuk menerima masukan yang jujur. Humility mendorong terjadinya proses perbaikan diri yang konstan. Humility membuat kita menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan kita pribadi.

TP Rachmat menegaskan bahwa Humility membangun keikhlasan pikiran, perkataan, dan perbuatan. Humility tidak berpamrih, tidak mencari panggung dan kehormatan diri. Humility membangun diri kita menjadi orang yang toleran terhadap perbedaan dan keberagaman.

Kembali ke  “TO WHOM MUCH IS GIVEN, MUCH IS REQUIRED”, TP Rachmat yakin semua sepakat bahwa kita adalah manusia yang banyak mendapatkan anugerah dari Tuhan. Ia pun mengingatkan diri sendiri dan semua orang, untuk lebih mudah bersyukur dan terus berupaya berbagi bagi sesama, dalam bentuk dan skala apapun.

TP Rachmat. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
TP Rachmat. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

“Setiap kita punya panggilan dan tanggung jawab moral yang sama untuk berbagi, menolong orang lain. Terlebih sebagai anak bangsa, yang lahir dan berkarya di Indonesia. Patut kiranya kita juga ambil bagian dalam upaya besar mewujudkan Indonesia yang Raya. Indonesia yang lebih sejahtera, bermartabat, dan bersatu meski berbeda,” katanya.

Di akhir pidatonya, TP Rachmat mengajak para talenta muda Indonesia untuk terus membangun diri, tidak cepat puas, dan selalu ingat untuk menjadi bagian yang aktif dalam memecahkan masalah bangsa, serta terus berkarya membangun negeri.

Sementara untuk para senior  TP Rachmat mengajak untuk terus menjadi PANUTAN dan memberikan KEPERCAYAAN serta KESEMPATAN seluas-luasnya kepada generasi baru untuk lebih berperan dalam menyongsong masa depan.

“Terima kasih yang dalam dan tulus atas penghargaan yang diberikan. Semoga juga bisa menjadi pendorong dan inspirasi bagi kita semua,” kata TP Rachmat menutup pidatonya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA