Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pelatiah budi daya ikan warga Boven Digoel

Pelatiah budi daya ikan warga Boven Digoel

TSE Group Ciptakan Sentra Ekonomi Baru di Papua

Senin, 26 Juli 2021 | 20:58 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

BOVEN DIGOEL, Investor.id– Tunas Sawa Erma (TSE) Group menciptakan sentra ekonomi baru di Papua. Selain menyerap banyak tenaga kerja, perusahaan yang beroperasi sejak 1998 itu menyumbang PAD yang cukup besar.

“Tunas Sawa Erma (TSE) Group berkomitmen untuk berkontribusi terhadap pembangunan Papua. Tekad tersebut dijalankan hingga saat ini, ketika dua daerah operasional TSE Group, Merauke dan Boven Digoel, sudah dipandang sebagai sentra ekonomi baru bagi Papua,” kata Direktur TSE Group Luwy Leunufna dalam keterangan pers.

Kontribusi pembangunan untuk menciptakan pusat ekonomi di Papua dilakukan TSE Group melalui berbagai upaya seperti penyerapan tenaga kerja. Tercatat, hingga akhir tahun 2020 sebanyak 11.322 orang bekerja di TSE Group, termasuk di antaranya orang asli Papua (OAP).

Dampak lain dari keberadaan TSE Group adalah kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setidaknya 40% dari PAD Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel merupakan sumbangan dari TSE Group.

Kontribusi lainnya yakni melalui pembayaran pajak perusahaan kepada pemerintah daerah. Untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), misalnya, TSE Group membayar sekitar Rp 20 miliar pada 2020. Selain PBB, TSE Group juga menunaikan pembayaran pajak-pajak lain seperti pajak kendaraan bermotor hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yakni provisi sumber daya hutan dan dana reboisasi dari sektor kehutanan. Penerimaan negara ini disetorkan kepada pemerintah pusat yang kemudian disalurkan ke daerah, termasuk dengan tujuan pembangunan.

Pertumbuhan sentra ekonomi Papua tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur yang kerap diinisiasi TSE Group. “Salah satu fokus utama perusahaan saat mulai beroperasi di Papua adalah akses transportasi darat, baik untuk lalu lintas orang maupun barang. Dulu, kita harus bermalam untuk tiba di Asiki dari Jayapura. Sekarang, kurang dari lima jam kita sudah sampai,” tutur Luwy.

Hubungan antara industri kelapa sawit dengan penciptaan sentra ekonomi baru yang kuat juga disampaikan Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung. Menurut paparannya dalam webinar pada akhir Maret, Tungkot menyebutkan, terdapat 10 provinsi yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru seiring dengan berkembangnya industri sawit dan termasuk di dalam daftar adalah Papua.

“Kabupaten yang memiliki sentra sawit perkembangannya lebih cepat dibandingkan dengan kabupaten yang tidak memiliki sawit. Ini hasil penelitian secara empiris dan hasilnya sama dengan penelitian World Bank,” ucap Tungkot.

Pelatihan

Untuk mengakselerasi pembangunan Papua, perusahaan juga memberikan berbagai pelatihan wirausaha kepada warga asli Papua yang tinggal di sekitar area operasional. Dukungan ini ditujukan agar masyarakat dapat berkembang secara mandiri sehingga pusat ekonomi di Papua bisa semakin luas.

Salah satu pelatihan yang dilakukan TSE Group adalah pencetakan batu bata merah. Setelah adanya pelatihan tersebut, kini beberapa warga telah membangun pabrik kecil-kecilan dan mendapatkan penghasilan tambahan untuk menghidupi keluarga mereka. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan yang berada di daerah tersebut bisa mendapatkan batu bata merah lebih mudah dengan harga terjangkau.

Pelatihan juga diberikan TSE Group di sektor pertanian, seperti budidaya sayur, buah dan juga pelatihan di sektor perikanan melalui budidaya ikan. Kegiatan ini bahkan telah membantu Kamila Bambitop (32 tahun), seorang janda dari lima anak yang tinggal di area operasional TSE Group, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Pembukaan lahan, pemberian tanah humus dan bibit sayur hingga bimbingan secara intensif diberikan TSE Group. “Bantuan ini menambah ilmu pengetahuan saya dan membantu perekonomian keluarga saya hingga menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ucap Kamila.

Editor : Mardiana Makmun (nana_makmun@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN