Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria  Foto: Yustinus Patris Paat

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria Foto: Yustinus Patris Paat

UMP DKI 2022 Naik Hanya 0,85%, Ini Alasannya

Senin, 22 November 2021 | 13:42 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor.id  - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membeberkan sejumlah alasan pihaknya menaikkan besaran upah minumun provinsi (UMP) 2022 hanya 0,85% dari UMP 2021. Diketahui, Pemprov DKI sudah menetapkan UMP 2022 sebesar Rp 4.453.935,536 atau naik Rp 37.748,988 (0,85%) dibandingkan UMP 2021 sebesar Rp 4.416.186,548.

Alasan pertama, kata Riza, kenaikan tersebut sudah sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang ada, yakni Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta formula penetapan UMP sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang berlaku bagi pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun.

Dalam PP 36 Tahun 2021 disebutkan bahwa penetapan UMP berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan yang meliputi variable paritas daya beli, tingkat penyebaran tenaga kerja dan median upah. Dalam penentuan UMP ini, data-data terkait pertumbuhan ekonomi, inflasi, paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja, dan median upah harus bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik.

“Banyak sekali (pertimbangannya), sesuai aturan dan ketentuan yang ada,” ujar Riza di acara Kadin DKI Jakarta, Ritz Carlton Hotel, Pasific Palace, Jakarta, Senin (22/11/2021).

Selain merujuk pada regulasi yang ada, kata Riza, penetapan besaran UMP 2022 juga mempertimbangkan dampak pandemi Covid-19 khususnya terhadap perekonomian Jakarta. Menurut Riza, selama kurang lebih 2 tahun, ekonomi Jakarta terpukul karena terdampak oleh pandemi Covid-19 dan sekarang baru mulai bangkit lagi.

“Tentu kita harus juga realistis, kita sekarang ini masih di masa pandemi dan ekonomi sempat terpuruk selama 2 tahun ini. Dan kita baru mulai bankit lagi. Jadi semua pihak harus bisa memahami dan mengerti,” tandas Riza.

Alasan lain, lanjut Riza, adalah proses penentapan UMP 2022 sudah melalui berbagai pertimbangan, diskusi serta dialog dengan berbagai pihak terkait seperti buruh dan pengusaha. Dia menegaskan, pihaknya tidak memutuskan sepihak UMP 2020 tersebut.

“(Penetapan UMP) sudah melalui proses yang sangat panjang, melalui berbagai pertimbangan, didialogkan dan didiskusikan bersama dengan semua stakeholder terkait dan hasilnya untuk kepentingan bersama,” pungkas Riza.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN