Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wapres Maruf Amin. Foto: IST

Wapres Maruf Amin. Foto: IST

Ungkap Pengalaman Divaksin, Wapres: Aman

Kamis, 25 Februari 2021 | 17:42 WIB
Markus Junianto Sihaloho

JAKARTA, investor.id - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyatakan bahwa vaksin Covid-19 yang saat ini digunakan oleh Pemerintah dalam program vaksinasi, aman dan tak perlu dikhawatirkan. Wapres Ma'ruf Amin bisa mengatakan demikian karena sudah mengalami langsung sebagai seorang yang lanjut usia (lansia) yang sudah menerima vaksin.

"Berdasarkan pengalaman pribadi dapat saya pastikan bahwa vaksin yang saat ini digunakan pemerintah aman karena telah teruji secara ilmiah baik di Indonesia maupun di berbagai negara," kata Ma'ruf Amin.

Hal itu disampaikannya pada penutupan the International Conference Tackling The Covid-19 Pandemic: Health, Economics, Diplomacy and Social Perspectives yang diselenggarakan secara daring oleh Ikatan Alumni Universitas Padjajaran, Kamis (25/2/2021).

Kata Wapres, vaksin yang dipakai itu sudah sesuai standar organisasi kesehatan dunia (WHO), dan telah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia.

Vaksin telah didistribusikan ke semua daerah, dan pelaksanaan vaksinasi pun telah dimulai sejak 13 Januari yang lalu. Kata Wapres, vaksinasi dimulai untuk tenaga kesehatan dan lansia. Vaksinasi bagi masyarakat umum dijadwalkan dimulai pada April nanti.

"Pemerintah menargetkan program vaksinasi bagi sekitar 182 juta penduduk dan diharapkan selesai dalam 1 tahun. Insya Allah akan tercipta kekebalan komunal atau herd immunity sehingga kita akan dapat mengurangi dan mengendalikan penyebaran wabah Covid-19 dengan lebih baik," kata Wapres.

Wapres juga mengatakan bahwa agar tetap sehat dan produktif di tengah pandemi, maka pola kehidupan manusia dan kebiasaan baru harus berubah. Salah satu contohnya yaitu dengan meningkatkan literasi akan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi yang semakin mendominasi di berbagai kegiatan manusia.

Untuk itu, kalangan akademisi harus dapat menjadi pelopor dalam berinovasi dan membangun kesiapan masyarakat untuk menghadapi disrupsi, khususnya yang dibawa oleh revolusi teknologi informasi.

“Saya mengajak kalangan akademis termasuk para alumni Unpad untuk menjadi pelopor dalam berinovasi dan membangun kesiapan masyarakat untuk menghadapi disrupsi, khususnya yang dibawa oleh revolusi teknologi informasi,” kata Wapres.

Wapres juga bicara soal penanggulangan Covid-19 yang akan berhasil jika semua stakeholder bekerja sama dan berkontribusi secara nyata. Baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Akademisi, Ulama dan pemuka agama, dunia industri, dunia pendidikan dan seluruh masyarakat.

“Saya juga berharap perguruan tinggi, akademisi, lembaga riset, dunia industri terus melakukan inovasi-inovasi di berbagai bidang khususnya dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional,” pungkas Wapres. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN