Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr (HC) Doni Monardo.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr (HC) Doni Monardo.

Update Korban Bencana di NTTL 174 Meninggal, 48 Hilang

Sabtu, 10 April 2021 | 23:50 WIB
Hendro D Situmorang

KOTA KUPANG, investor.id  - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui sekaligus merevisi data korban meninggal dunia dan warga yang masih hilang akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, data terbaru jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut sebanyak 174 orang.

“Data terbaru, sebanyak 174 orang meninggal dunia di NTT dan 48 orang masih hilang. Di Nusa Tenggara Barat (NTB) jumlah korban jiwa masih tetap sebanyak 2 orang,” ujar Doni Monardo dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (10/4/2021). Saat memaparkan data, Doni berada di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Kota Kupang.

Ia pun memerinci jumlah korban akibat bencana di NTT. Korban meninggal di Flores Timur berjumlah 71 orang dan 5 warga hilang. Di Lembata, 46 meninggal dunia dan 22 hilang, Alor 28 meninggal dunia dan 13 hilang, serta Malaka 6 orang meninggal dunia.

Lalu, di Kabupaten Kupang 12 orang meninggal dan 3 hilang, Kota Kupang 6 meninggal, Sabu Raijua 3 meninggal dan 5 hilang, sedangkan di Sikka dan Ende masing-masing satu orang meninggal.

Kemudian di NTB, dua warga meninggal di Kabupaten Bima.

Sementara ini pemerintah setempat bersama BNPB masih akan terus melakukan pencarian untuk mengevakuasi korban bencana NTT secara optimal sekaligus update jumlah korban dan kerusakan infrastruktur. Ditegaskan juga pihaknya belum akan menghentikan pencarian korban hilang.

"Kita akan berupaya maksimal pencarian korban hingga nanti ada kesepakatan dengan pihak keluarga korban yang belum ditemukan, barulah kami akan nanti memutuskan untuk langkah penghentian pencarian. Jadi kuncinya ada di kesepakatan tim BNPB bersama pihak keluarga korban," tutup Doni. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN