Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan dan Universitas Pelita Harapan (UPH) James T. Riady (keenam dari kanan) berfoto bersama Senior Protection Officer UNHCR Julia Zajkowski (tengah) serta jajaran Dekan UPH di acara UPH English Pathway Program untuk anak pengungsi asal Afghanistan di Kampus UPH, Lippo Village, Kamis 15 Agustus 2019. Foto: Investor Daily / Emral Firdiansyah

Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan dan Universitas Pelita Harapan (UPH) James T. Riady (keenam dari kanan) berfoto bersama Senior Protection Officer UNHCR Julia Zajkowski (tengah) serta jajaran Dekan UPH di acara UPH English Pathway Program untuk anak pengungsi asal Afghanistan di Kampus UPH, Lippo Village, Kamis 15 Agustus 2019. Foto: Investor Daily / Emral Firdiansyah

UPH Beri Bantuan Program Pendidikan untuk 6 Pengungsi Afghanistan

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 23:16 WIB

TANGERANG, investor.id  - Universitas Pelita Harapan (UPH) memberikan bantuan program pendidikan kepada enam pengungsi Afghanistan yang merupakan bagian dari ratusan pengungsi di Kalideres, Jakarta Barat.

Keenam pengungsi, terdiri dari dua laki-laki dan empat perempuan yang berusia antara 15-23 tahun itu, akan diikutsertakan ke dalam pendidikan bahasa Inggris bertajuk English Pathway Program (EPP).

Proses serahterima keenam pengungsi itu dilakukan secara resmi dari pihak Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nation High Commissioner for Refugees/UNHCR) yang diwakili oleh Petugas Perlindungan Senior, Julia Zaykowski, kepada Pendiri dan Ketua Pembina UPH, James T Riady, di Gedung Hope, UPH, Tangerang, Kamis (15/8).

James mengatakan program itu diharapkan akan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dari keenam remaja dan pemuda Afghanistan tersebut. Mereka nantinya juga dimungkinkan masuk ke dalam program pendidikan formal di UPH.

“Dalam rangka UPH memasuki 25 tahun, kami senang sekali bisa bekerja sama dengan PBB untuk memberikan kesempatan, peluang bagi para pengungsi untuk bisa memasuki pendidikan formal,” kata James.

EPP merupakan program pendidikan informal untuk pembelajaran bahasa Inggris yang dirancang selama satu tahun. Keenam pengungsi ini tidak hanya mendapatkan beasiswa secara penuh lewat EPP, tetapi juga diberikan fasilitas gratis berupa tempat tinggal (asrama) dan makanan selama masa program.

“Bagian pertama, bagaimana supaya Bahasa Inggris mereka ditingkatkan mencapai TOEFL 500-550. Bagian kedua, mereka bisa memasuki program sarjana dengan disiplin ilmu berbeda-beda,” ujar James.

Menurut James, keenam pengungsi itu menyatakan keinginan mereka menjadi dokter, pengusaha, atau bergelut di dunia pendidikan. “Itu semua kita fasilitasi,” katanya.

Insiatif kemitraan pendidikan ini dirancang sebagai sumbangsih konkret dari UPH untuk meningkatkan keterampilan dan pendidikan bagi para pengungsi di Indonesia yang saat ini menunggu proses permukiman kembali (resettlement). Inisiatif ini sejalan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang dipegang pemerintah Indonesia dalam penanganan pengungsi. Indonesia sendiri saat ini menjadi tempat transit bagi 14.000 pengungsi luar negeri.

Oleh karena itu, pemberian bantuan program pendidikan semacam ini juga mendorong sektorsektor swasta lainnya untuk turut membantu pemerintah dalam menangani situasi pengungsi di Indonesia.

Apresiasi dari UNHCR

Petugas Perlindungan Senior Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nation High Commissioner for Refugees/UNHCR), Julia Zaykowski, menyatakan apresiasinya kepada Universitas Pelita Harapan (UPH) atas pemberian bantuan program pendidikan bagi enam pengungsi Afghanistan.

Zaykowski menyatakan bantuan pendidikan tersebut merupakan kesempatan luar biasa bagi remaja dan pemuda pengungsi. “Kami sangat mengapresiasi dan menyambut (bantuan) UPH di bawah kepemimpinan Pak James Riady,” kata Zaykowski usai proses serah terima enam pengungsi asal Afghanistan ke pihak UPH untuk mengikuti pendidikan bahasa Inggris bertajuk English Pathway Program (EPP), Kamis (15/8).

Keenam pengungsi itu merupakan bagian dari ratusan pengungsi yang saat ini ditampung di gedung bekas Kodim Kalideres, Jakar ta Barat. Mereka telah lolos melewati saringan untuk mengikuti EPP dari UPH yang akan berlangsung selama satu tahun. “Akses pendidikan adalah hak asasi manusia yang mendasar, termasuk bagi para pengungsi,” kata Zaykowski. (b1/sp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA