Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kedatangan vaksin tahap ke-81, Jumat (1/10/2021). Foto tangkapan layar video Noel/Abe/GPRTV/Kominfo

Kedatangan vaksin tahap ke-81, Jumat (1/10/2021). Foto tangkapan layar video Noel/Abe/GPRTV/Kominfo

Vaksin Tahap 81 Didistribusikan ke 7 Provinsi

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 22:08 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id  - Kedatangan vaksin tahap 81 yang tiba kemarin dini hari (1/10) sebanyak 453.960 dosis vaksin jadi Pfizer, hari ini (2/10/2021) didistribusikan ke tujuh provinsi di Kalimantan dan Sumatra.

“Vaksin tahap 81 mendarat di Jakarta pada Jumat 1 Oktober 2021. Setelah transit di Jakarta, vaksin langsung diberangkatkan ke 7 provinsi di Indonesia. Tentu saja dalam seluruh proses tersebut diterapkan jalur distribusi rantai dingin dengan suhu di bawah -70 derajat Celcius guna menjaga kualitas vaksin Pfizer," kata Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi MEpid, seperti dikutip dari keterangan Kominfo, Sabtu(2/10/2021).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Nadia menjelaskan, tujuh provinsi yang dituju adalah Kalimantan Barat (Pontianak), Kalimantan Utara melalui Berau, Kalimantan Timur (Samarinda), Kalimantan Tengah (Palangkaraya), Sumatera Barat (Padang), Sumatera Selatan (Palembang), serta Bangka Belitung (Pangkal Pinang).

“Pemerintah mengoptimalkan semua langkah yang dapat dilakukan untuk percepatan penyebarluasan vaksin ke seluruh daerah di Indonesia, sehingga bisa menyentuh sampai masyarakat terpencil dan terluar. Harapannya, upaya ini juga dapat mendorong pemerintah daerah, terutama yang capaian vaksinasinya masih rendah, untuk melakukan percepatan dan perluasan program vaksinasi,” papar Nadia.

Kedatangan vaksin tahap ke-81, Jumat (1/10/2021). Foto tangkapan layar video Noel/Abe/GPRTV/Kominfo
Kedatangan vaksin tahap ke-81, Jumat (1/10/2021). Foto tangkapan layar video Noel/Abe/GPRTV/Kominfo

Hingga saat ini, Nadia mengatakan bahwa masih ada sejumlah daerah dan target sasaran yang capaian vaksinasinya rendah. Ia mengajak pihak daerah untuk menyusun strategi sesuai dengan permasalahan atau hambatan spesifik di daerah masing-masing dalam percepatan vaksinasi.

Nadia mengharapkan pemerintah daerah dapat lebih mendorong upaya sosialisasi dan edukasi tentang vaksin, termasuk dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat. Hal ini diperlukan untukmemberikan pemahaman lebih terhadap bahaya Covid -19 dan pentingnya vaksinasi.

Kedatangan vaksin tahap ke-81, Jumat (1/10/2021). Foto tangkapan layar video Noel/Abe/GPRTV/Kominfo
Kedatangan vaksin tahap ke-81, Jumat (1/10/2021). Foto tangkapan layar video Noel/Abe/GPRTV/Kominfo

“Hingga saat ini, masih saja ada informasi-informasi tidak benar atau hoaks seputar vaksin dan vaksinasi. Masyarakat kami minta untuk menyaring seluruh informasi yang diterima dan jangan langsung percaya dan menyebarluaskannya,” tegas Nadia.

Nadia menambahkan kedatangan vaksin secara kontinu ke Indonesia menunjukkan bahwa stok vaksin di tanah air aman dan mencukupi. Pemerintah optimistis dapat mencapai target vaksinasi 70% masyarakat Indonesia pada akhir 2021. Meski Indonesia termasuk 10 besar negara dengan jumlah vaksinasi tertinggi di dunia, program vaksinasi tidak boleh mengendur.

Kedatangan vaksin tahap ke-81, Jumat (1/10/2021). Foto tangkapan layar video Noel/Abe/GPRTV/Kominfo
Kedatangan vaksin tahap ke-81, Jumat (1/10/2021). Foto tangkapan layar video Noel/Abe/GPRTV/Kominfo

“Karena itu, pemerintah mengajak seluruh masyarakat segera vaksinasi, tidak perlu pilih-pilih vaksin, karena semua vaksin aman dan berkhasiat,” ujar Nadia. Seiring upaya percepatan vaksinasi, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Hal ini diperlukan karena vaksin bukanlah satu-satunya benteng perlindungan dari Covid -19.

“Kita bersyukur, Indonesia dipuji dunia, karena kecepatan penurunan penularan, juga kecepatan vaksinasi. Pujian dari berbagai pihak menandakan langkah Indonesia sudah tepat, namun perlu terus kita tingkatkan dan optimalkan, dengan dukungan dan peran serta seluruh elemen bangsa,” tutup Nadia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN