Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
dr Reisa Broto Asmoro. Sumber: klikdokter.com

dr Reisa Broto Asmoro. Sumber: klikdokter.com

Vaksinasi Tahap Kedua Menyasar Lansia dan Petugas Layanan Publik

Selasa, 23 Februari 2021 | 17:55 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  - Juru Bicara Pemerintah dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, program vaksinasi Covid-19 yang digulirkan  kini  memasuki tahap kedua dengan menyasar masyarakat lanjut usia (Lansia) dan petugas pelayanan publik seperti  guru, prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Ia mengatakan sebanyak   17 juta pelayan publik   siap divaksinasi pada tahapan dan  lebih dari 21 juta  masyarakat  lansia  di atas 60 tahun mulai mendapatkan vaksinasi dosis pertama.

“Program vaksinasi tahap kedua sudah berlangsung mulai bulan Februari dan diharapkan dapat selesai pada bulan Mei, lalu dilanjutkan dengan tahapan untuk kelompok masyarakat lainnya,” kata dr Reisa  saat memberikan keterangan pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta,  Senin (22/2/2021).

Ia mengatakan,  selain lansia,  guru menjadi prioritas pemerintah dalam program vaksin ini agar segera dapat ditemukan kondisi yang aman dan nyaman untuk melakukan proses belajar secara tatap muka pada saat semua kriteria pembukaan sekolah terpenuhi.

“TNI, Polri, juga serta kelompok petugas keamanan lain menjadi prioritas pemerintah, seperti yang sudah saya sebutkan karena memiliki peran penting dalam memantau meningkatkan proses tracing atau penelusuran kontak,” katanya.

Menurut dr  Reisa,  pada tahapan ini pemerintah juga turut menyasar petugas transportasi publik. Pemerintah akan melakukan vaksinasi secara bertahap yang dimulai di 7 provinsi di Pulau Jawa dan Bali yang termasuk kategori zona risiko tinggi dengan jumlah pasien dan tingkat penyebaran tertinggi di Indonesia.

“Daerah lainnya akan segera menyusul saat fase di Jawa dan Bali sudah mulai maksimal,”  lanjut dr  Reisa.

Kementerian Kesehatan meminta kepada pengelola program Vaksinasi Covid-19 di daerah agar dengan segera menghabiskan vaksin untuk tahap satu bagi tenaga kesehatan, agar pasokan vaksin berikutnya tidak mengganggu tempat penyimpanan vaksin yang masih penuh.

Ia  menjelaskan bahwa setiap lembaga dan institusi dapat mendaftarkan anggotanya secara online atau dengan mekanisme yang ditentukan oleh lembaga masing-masing. Selain itu, peserta vaksinasi dapat mendaftar secara manual atau secara langsung di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Dan, untuk kelompok lansia, data diperoleh atas kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri, dan juga dengan BPJS,” kata dr  Reisa.

Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua menggunakan empat pola. Pertama, dilakukan di sekitar 13.600 fasilitas kesehatan.

Kedua, dilakukan melalui institusi yang bersangkutan. Ketiga, vaksinasi massal di tempat seperti yang telah dilakukan di beberapa kota besar seperti Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Jakarta. Keempat, vaksinasi massal bergerak dengan cara tim vaksinator akan bergerak untuk sasaran tertentu seperti pedagang pasar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN