Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Prof Wiku Adisasmito. Foto: IST

Prof Wiku Adisasmito. Foto: IST

Varian B117 Asal Inggris Sudah Ditemukan di 6 Provinsi

Selasa, 18 Mei 2021 | 16:52 WIB
Maria Fatima Bona

JAKARTA, investor.id   - Mutasi varian asal Inggris, B117 sejauh ini sudah ditemukan di 6 provinsi. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito pada  Konferensi Pers daring bertajuk “Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia” pada Selasa (18/5/2021).

“Berdasarkan data GISAID varian  B117  sudah ditemukan sebanyak 5 varian DKI Jakarta, kemudian  2 varian di Jawa Barat dan Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Selatan,  dan Kalimantan Utara. Dimana salah satunya sudah sembuh,” kata Wiku. 

Sementara untuk virus asal Afrika Selatan (Afsel) B1351 ditemukan sebanyak 1 varian di Bali dan pasien sudah meninggal.  Sedangkan untuk varian B1617 asal India sudah ditemukan 10  kasus, yakni  3 di DKI Jakarta, 4 di Sumatera Selatan, dan  3 di Kalimantan Tengah.

“Penemuan kasus positif dengan varian tertentu  di suatu daerah  tidak berarti kasus tersebut  hanya ada di tempat tersebut,” kata Wiku

Selanjutnya, ia menegaskan, pemerintah memastikan apapun varian yang ditemukan  akan ditangani dengan  cepat.  Oleh karena itu, tracing akan selalu dilakukan  setelah ditemukan kasus positif setelah testing dilakukan demi mencegah penularan di masyarakat.

Dikatakan Wiku, sampel yang diuji dari   Whole Genome Sequencing (WGS)  ialah sampel yang diuji dari pasien menunjukan  gejala  yang tidak umum  dan ditemukan pada mayoritas  pasien Covid-19  dan ditindaklanjuti pada pengujian sampel  khusus.

Saat ini, Indonesia telah memiliki 19 institusi  yang memiliki laboratorium  dengan kapasitas Sequencing  memadai dan aktif memasukan datanya  ke  bank data GISAID.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN