Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Sumber: BSTV

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Sumber: BSTV

Wagub Riza: Kenaikan UMP DKI 2022 Bisa Capai 5%

Selasa, 30 November 2021 | 12:50 WIB
Yustinus Paat

JAKARTA, investor,id   - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan sebenarnya kenaikan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta Tahun 2022 bisa mencapai angka 5% dari UMP Tahun 2021. Menurut Riza, kenaikan UMP DKI 2022 sesuai formula yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, terlalu kecil, yakni hanya 0,85%.

"Sebetulnya yang bersepakat kemudian antara pihak pemerintah, pengusaha, dan katakanlah pihak buruh, itu angka sampai 5% tuh sebetulnya nggak ada masalah," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Riza tidak menjelaskan secara detail formula penghitungan sehingga muncul angka kenaikan UMP 5%. Namun, kata dia, formula yang ada saat ini perlu direvisi agar membuka peluang angka kenaikan UMP 2022 bisa lebih tinggi dari formula yang diatur dalam PP 36 Tahun 2021.

"Bagaimana solusi ke depan, formulanya harus diperbaiki. Iya (PP 36 perlu direvisi), tetapi kan kewenangannya bukan di kami, kewenangannya di pemerintah pusat," tandas Riza.

Karena itu, kata Riza, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengirimkan surat ke Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah pada 22 November lalu. Dengan surat tersebut, kata Riza, pihaknya meminta Menaker bisa meninjau kembali kenaikan UMP 2022.

"Maka kami minta ke pemerintah agar ada peninjauan kembali, perbaikan, atau revisi dari formula yang ada supaya bisa memberi rasa keadilan. Karena di Jakarta kan tentu berbeda dengan daerah lain. Di sini harga tentu lebih tinggi daripada di daerah. Kalau ini kan kenaikannya hanya kecil sekali hanya 0,85%, Rp 38.000, inflasinya saja sudah berapa," jelas Riza.

Riza mengaku, pihaknya menetapkan UMP 2022 dengan berat hati dan terpaksa. Pasalnya, Pemprov DKI wajib menetapkan UMP sebelum 20 November dan wajib sesuai dengan formula yang diatur PP 36 Tahun 2021.

"Kita kan ada batasan tanggal 20 November, terpaksa kita putuskan dengan berat hati, kita mengacu kepada aturan yang ada, kita kan nggak boleh juga melanggar, sementara yang dimasukkan formula, yang ada hasilnya kecil. Jadi, sudah ada formulanya, jadi tinggal masukin (angka) saja," pungkas Riza.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN