Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar

Wamenlu: Syarat Paspor Vaksin untuk Wisatawan Jangan Picu Diskriminasi

Kamis, 29 Juli 2021 | 16:19 WIB
Natasia Christy Wahyuni

JAKARTA, investor.id  - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar menyatakan persyaratan paspor vaksin untuk wisatawan harus ditetapkan secara adil. Pasalnya, vaksin Covid-19 saat ini masih menjadi barang langka karena distribusinya belum merata di seluruh dunia.

“WHO belum menyetujui (paspor vaksin), sejauh ini masih kontroversial. Kita pun mengusahakan bisa menjadi kesepakatan semuanya secara adil, bukan menjadi diskriminasi baru,” kata Mahendra dalam peluncuran nota kesepahaman Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri (BPPK Kemlu) dan Universitas Indonesia (UI), Kamis (29/7/2021).

Mahendra mengakui perkembangan global saat ini menuju ke arah persetujuan paspor vaksin untuk wisatawan. Oleh karena itu, dia mendorong kesiapan vaksinasi di dalam negeri khususnya di destinasi wisata seperti Pulau Bali, agar tidak terjadi kesenjangan terhadap masuknya turis asing dengan paspor vaksin.

“Kalau destinasi wisata tidak melakukan hal serupa (vaksinasi) maka akan terjadi gap besar,” ujarnya.

Wamenlu mengatakan Pulau Bali sejauh ini sudah mencapai 100% populasi untuk vaksinasi tahap I dan akan menuju 30% populasi untuk vaksinasi tahap II. Menurutnya, berdasarkan pengalaman di Benua Amerika, vaksinasi adalah kunci bagi pembukaan pariwisata domestik, meskipun pariwisata internasional masih tetap dibatasi.

“Tingkat vaksinasi di Amerika sudah tinggi sekali, di Kanada, Meksiko, Brasil, Argentina juga akan meningkat terus. Tampaknya vaksin dan paspor vaksin akan menjadi kebutuhan untuk ke depannya,” kata Mahendra.

Wamenlu mengatakan Indonesia juga harus secara aktif menyampaikan kemajuan dalam penanganan Covid-19 termasuk cakupan vaksinasi di Provinsi Bali. Jangan sampai dunia internasional melihat Indonesia hanya sebagai episenter dari Covid-19.

“Kalau Indonesia dianggap sebagai episenter maka siapa yang mau bicara pariwisata di sini?” ujarnya.

Menurut Wamenlu, kebijakan penutupan Bali telah berdampak sangat berat bagi kehidupan setiap keluarga di pulau itu. Angka pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali juga masih terus negatif setelah pandemi melanda lebih dari 1,5 tahun. Itu sebabnya, semua pihak harus terus mengupayakan skenario terbaik untuk mendukung kesiapan pembukaan pariwisata di Bali.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN