Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wapres Maruf Amin, saat peresmian BWM di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Selasa (8/6/2021).

Wapres Maruf Amin, saat peresmian BWM di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Selasa (8/6/2021).

Wapres: Akses Permodalan Masyarakat Kecil Sudah Lama Jadi Perhatian Presiden

Selasa, 8 Juni 2021 | 11:47 WIB
Markus Junianto Sihaloho

JAKARTA, investor.id   - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengapresiasi pembentukan bank wakaf mikro (BWM) sebagai salah satu solusi untuk permasalahan kesempatan berusaha bagi masyarakat kecil, utamanya terkait akses permodalan.

Menurut Wapres, masalah permodalan ini telah menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dirinya sejak lama. Masyarakat kecil yang ingin berusaha umumnya memiliki keterbatasan akses permodalan ke lembaga keuangan dan perbankan.

Di samping itu, masyarakat yang baru memulai kegiatan berusaha juga memerlukan adanya pendampingan secara kontinyu serta akses pemasaran bagi produknya.

"Pesantren yang jumlahnya mencapai 28.914 dan tersebar di berbagai wilayah tanah air merupakan potensi besar yang harus dimanfaatkan. Pesantren merupakan elemen masyarakat yang mempunyai fungsi strategis dalam pendampingan untuk mendorong pemberdayaan perekonomian masyarakat di lingkungan sekitarnya," ujar Wapres Ma'ruf Amin, saat peresmian BWM di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Selasa (8/6/2021).

Wapres Ma'ruf Amin mengapresiasi peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sejak tahun 2017 terus mendorong pengembangan BWM di pesantren. Artinya, BWM terdaftar dan diawasi OJK.

BWM diharapkan dapat secara nyata mendukung upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Target nasabah pembiayaan BWM adalah masyarakat miskin produktif yang tidak dapat mengakses lembaga keuangan formal.

"Model bisnis BWM hadir sebagai inkubator untuk mempersiapkan nasabah agar 'naik kelas' menjadi pelaku usaha yang mampu mengakses  lembaga keuangan formal dengan persyaratan pembiayaan yang lebih kompleks," urai Wapres.

Saat ini, telah berdiri 60 BWM di berbagai daerah di Indonesia. Dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp 67 miliar kepada 44.900 nasabah dan 4.780 Kelompok Usaha Masyarakat Sekitar Pesantren Indonesia (KUMPI).

Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada BUMN, BUMD serta kalangan dunia usaha/perusahaan yang telah memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk modal pendirian BWM.

"Langkah ini merupakan wujud konkret ekonomi gotong royong melalui dana tanggung jawab sosial dari BUMN, BUMD serta kalangan dunia usaha dalam pembinaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," kata Wapres.

"Pemerintah berharap ke depan langkah tersebut dapat diikuti oleh BUMN, BUMD dan kalangan dunia usaha lainnya."

Pada kesempatan itu, Wapres juga meminta agar digitalisasi layanan juga harus menjadi perhatian dalam pengembangan BWM ke depan. Dengan begitu, kelembagaan BWM yang profesional dan akuntabel, serta mampu melahirkan wirausahawan yang sukses, bisa terwujud.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN