Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam acara Penganugrahan Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021 yang diselenggarakan secara luring di Istana Wapres Jakarta, Senin 13 September 2021. (Foto: Dok. Kemtan)

Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam acara Penganugrahan Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021 yang diselenggarakan secara luring di Istana Wapres Jakarta, Senin 13 September 2021. (Foto: Dok. Kemtan)

Wapres Apresiasi Capaian Sektor Pertanian Selama Pandemi

Senin, 13 September 2021 | 15:05 WIB

JAKARTA, investor.id - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengapresiasi capaian dan kinerja sektor pertanian Indonesia yang terus mengalami kemajuan dan peningkatan produksi. Pertanian juga dinilai mampu menjadi tulang punggung ekonomi nasional serta memenuhi kebutuhan pangan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Karena itu kita harus bersyukur bahwa di tengah disrupsi yang diakibatkan pandemi, sektor pertanian ternyata mampu hadir sebagai tulang punggung perekonomian nasional," ujar Wapres yang didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam acara Penganugrahan Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021 yang diselenggarakan secara luring di Istana Wapres Jakarta, Senin (13/9/2021).

Wapres mengingatkan, selama ini ada 3 hal penting yang menjadi tujuan utama pembangunan pertanian Indonesia. Ketiganya adalah melakukan pemenuhan pangan rakyat secara total, meningkatkan kesejahteraan petani dan melakukan peningkatan ekspor secara berkelanjutan.

"Dan kita tau dalam 2 tahun terakhir kebutuhan pangan kita sangat menjanjikan. Hal inilah yang terlihat pada minggu ketiga di Bulan Agustus 2021, dimana stok beras kita mencapai 7,60 juta ton, kemudian total ekspor berdasarkan catatan BPS mencapai 2,24 miliar dolar," katanya.

Di sisi lain, sektor pertanian mampu menyerap jutaan tenaga kerja yang terdampak PHK. Berdasarkan hasil survei BPS, angkatan kerja nasional yang menyerap tenaga kerja paling banyak adalah sektor pertanian.

"Tumbuhnya pertanian di masa krisis seperti ini tentunya tidak lepas dari kerja keras dan sinergi integratif dan kolaboratif antar insan pertanian serta komitmen yang kuat dari pemerintah daerah dan pusat," katanya.

Mentan menyampaikan terima kasih atas perhatian besar Wapres RI terhadap jalannya pembangunan sektor pertanian Indonesia. Mentan juga menyampaikan terimakasih kepada para gubernur dan bupati yang selam ini bekerja keras meningkatkan produksi dan ekspor.

"Kami menyampaikan rasa hormat kepada Bapak Wapres, di mana di hadapan kita saat ini adalah para pahlawan Indonesia. Mereka adalah para gubernur dan bupati yang setiap hari bekerja menyediakan pangan nasional," katanya.

Mentan menambahkan selama ini Kemtan terus berupaya menciptakan ragam kebijakan dan kerja sama intens dengan pemda dan stakeholder lainnya agar pertanian Indonesia tidak berhenti dan tetap berproduksi menyediakan pangan nasional.

"Kebijakan-kebijakan ini kami buat agar Indonesia tidak terjerumus dalam krisis pandemi yang panjang. Karena itu kami terus melakukan pendekatan teknologi untuk mengefisiensi produksi. Apalagi, prtanian itu adalah lapangan kerja dan yang paling dasar dari kehidupan," katanya.

Sebagai informasi, para penerima penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2021 untuk kategori peningkatan produktifitas provinsi dan kabupaten tertinggi tahun 2019/2020 adalah:

Provinsi

Peringkat I : Provinsi Lampung memiliki delta produksi sebesar 486,200 dengan presentase mencapai sebesar 22,5 persen.

Peringkat II : Provinsi Jawa Timur memiliki delta produksi sebesar 363,604 dengan persentase mencapai 3,8 persen.

Peringkat III : Provinsi Banten memiliki delta produksi sebesar 184,667 dengan presentase mencapai 12,6 persen.

Peringkat IV : Provinsi Sumatera Selatan memiliki delta produksi sebesar 139,663 dengan presentase mencapai 5,4 persen.

Peringkat V : Provinsi Jambi memiliki delta produksi sebesar 76,481 dengan presentase mencapai 24,7 persen.

Kabupaten

Peringkat I : Kabupaten Cilacap memiliki provitas sebesar 3,94 per hektare dengan produksi mencapai 93,942 ton.

Peringkat II : Kabupaten Brebes memiliki provitas sebesar 6,60 per hektare dengan produksi mencapai 67,537 ton.

Peringkat III : Kabupaten Ngawi memiliki provitas sebesar 3,09 per hektare dengan produksi mencapai 60,583 ton.

Peringkat IV : Kabupaten Ogan Ilir Komering Ulu Timur memiliki provitas sebesar 1,13 per hektare dengan produksi mencapai 58,288 ton.

Peringkat V : Kabupaten Gresik memiliki provitas sebesar 1,19 per hektare dengan produksi mencapai 39,999 ton.

Sementara itu, kategoti Provinsi dan Kabupaten dengan Peningkatan Ekspor Komoditas Pertanian Tertinggi Periode Januari 2020 sampai dengan Juni 2021 adalah:

Provinsi

Peringkat I : Provinsi Jawa Tengah memiliki peningkatan ekspor sebesar 8,3 triliun.

Peringkat II : Provinsi Kalimantan Timur memiliki peningkatan ekspor sebesar 6,7 triliun.

Peringkat III : Provinsi Jambi memiliki peningkatan ekspor sebesar 5,1 triliun.

Peringkat IV : Provinsi Kalimantan Barat memiliki peningkatan ekspor sebesar 4,4 triliun.

Peringkat V : Provinsi Sulawesi Utara memiliki peningkatan ekspor sebesar 3,9 triliun.

Kabupaten

Peringkat I : Kabupaten Kota Baru memiliki peningkatan ekspor sebesar 3 triliun.

Peringkat II : Kabupaten Deli Serdang memiliki peningkatan ekspor sebesar 3 triliun.

Peringkat III : Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki peningkatan ekspor sebesar 2,7 triliun.

Peringkat IV : Kabupaten Semarang memiliki peningkatan ekspor sebesar 2,5 triliun.

Peringkat V : Kabupaten Bintan memiliki peningkatan ekspor sebesar 358 miliar.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN