Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wapres Maruf Amiin. Foto: IST

Wapres Maruf Amiin. Foto: IST

Wapres: Tidak Ada Dispensasi dalam Pencegahan Omicron

Kamis, 6 Januari 2022 | 10:38 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id-Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan dispensasi apapun dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 varian Omicron di Indonesia. Pemerintah saat ini terus berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron, di antaranya  melakukan karantina  seluruh pelaku perjalanan internasional tanpa terkecuali.

“Tidak boleh ada lagi dispensasi. Apalagi ada indikasi-indikasi terpapar, masuk itu ke karantina,” kata Wapres seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet, Kamis (6/1). Saat ini, sudah ada indikasi transmisi lokal. Untuk itu, langkah antisipasi meningkatnya penyebaran harus terus dilakukan, khususnya di daerah. “Karena sudah mulai ada transmisi lokal maka kita, khususnya daerah-daerah sudah harus mulai mengantisipasi terjadinya penularan itu,” tegas dia.

Pemerintah pusat, lanjut Wapres, saat ini terus mengantisipasi meluasnya penyebaran Omicron dengan tetap menggencarkan pelaksanaan protokol kesehatan dan program vaksinasi. “Kita sudah akan memulai untuk pertengahan Januari 2022 memberikan suntikan booster, untuk  vaksinasi  tahap ketiga,” kata Wapres.

Selain itu, peningkatan level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa daerah melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga menjadi bagian dari upaya mencegah lonjakan kasus Omicron. Hal ini agar seluruh masyarakat tetap aman, khususnya anak-anak yang sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung. “Saya kira di dalam negeri kita seperti itu, melalui upaya-upaya dan juga PeduliLindungi, sehingga mereka yang masuk di sekolah itu memang sudah steril,” jelas dia.

 

 

 

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN