Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Prof Wiku Adisasmito. Foto: IST

Prof Wiku Adisasmito. Foto: IST

Wiku: Tak Ada Gunanya Mudik Kucing-Kucingan

Kamis, 6 Mei 2021 | 14:01 WIB
Hendro D Situmorang

JAKARTA, investor.id  - Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah Untuk Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito menegaskan tidak ada gunanya masyarakat melakukan "kucing-kucingan" dalam upaya mudik ke kampung halaman.

"Makanya kami tim Satgas Covid-19 terus bolak-balik sampaikan ke masyarakat, larangan mudik ini dalam rangka melindungi kita semuanya. Jadi tidak ada gunanya kita kucing-kucingan karena menjadi aturan pemerintah yang tegas," katanya saat talkshow “Tunda Mudik, Selamatkan Keluarga di Kampung”, yang disiarkan dari Media Center Graha BNPB Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Menurutnya, jika nantinya bisa juga "bobol", masyarakat itu sendiri yang menanggung akibatnya, terutama di daerah yang kasusnya Covid-19 tinggi nanti. Hal ini belum lagi dengan keterbatasan fasiitas kesehatannya yang memadai, apabila  terjadi lonjakan kasus yang begitu besar.

"Maka kami selalu mengingatkan masyarakat dan kalau sampai terjadi pelanggaran, kita harus tegakkan aturan. Mohon maaf, kami harus tegas di dalam hal ini, karena ketegasan kita hanya satu yakni ingin menyelamatkan nyawa bangsa kita sendiri," ungkap Prof. Wiku.

Hal ini dikarenakan pihak Satgas Covid-19 sudah melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga di tingkat pusat guna memastikan bahwa semua aturan dipenuhi oleh semua kementerian/lembaga.

"Dalam melakukan ini, kami ingin pastikan satu pemahaman yang sama dengan adanya koordinasi pimpinan daerah, TNI/Polri, dinas-dinas di berbagai seluruh di Indonesia hingga kepala desa. Kami minta paparan dalam menghadapi ramadhan dan mudik karena ada peningkatan ibadah yang potensi berkerumun banyak orang," jelasnya.

Prof Wiku memastikan sosialisasikan aturan larangan mudik dilakukan dengan satu komando dari pimpinan negara yakni Presiden hingga pemda terkecil.

"Ini upaya kita bersama. Maka dari itu kami tak lelah-lelahnya untuk memastikan 1 narasi dalam aturan tegas larangan mudik ini dan masyarakatnya juga harus paham," tutup Wiku. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN