Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kapal pesiar Diamond Princess berlabuh di Daikoku Pier Cruise Terminal di pelabuhan Yokohama, Jepang, Kamis (6/2/2020). Lebih dari 3.700 orangterpaksa dikarantina di dalam kapal setelah satu satu penumpangnya positif terinfeksi virus korona. Penumpang yang positif virus korona itu sudah turun dari kapal di Hong Kong dan telah menjalani
perawatan medis di rumah sakit setempat.Jumlah orang yang positif terinfeksi virus korona di dalam kapal pesiar yang sedang dikarantina itu bertambah menjadi 20 orang. Kazuhiro NOGI / AFP

Kapal pesiar Diamond Princess berlabuh di Daikoku Pier Cruise Terminal di pelabuhan Yokohama, Jepang, Kamis (6/2/2020). Lebih dari 3.700 orangterpaksa dikarantina di dalam kapal setelah satu satu penumpangnya positif terinfeksi virus korona. Penumpang yang positif virus korona itu sudah turun dari kapal di Hong Kong dan telah menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.Jumlah orang yang positif terinfeksi virus korona di dalam kapal pesiar yang sedang dikarantina itu bertambah menjadi 20 orang. Kazuhiro NOGI / AFP

WNI Awak Diamond Princess akan Dievakuasi dengan Pesawat

Gora Kunjana, Kamis, 27 Februari 2020 | 14:59 WIB

JAKARTA, investor.id - Warga negara Indonesia (WNI) awak Kapal Diamond Princess yang masih berada di Jepang akan dievakuasi menggunakan pesawat.

"Proses evakuasi akan menggunakan pesawat dan kita akan memperlakukan protokol kesehatan secara ketat," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy di Jakarta, Kamis.

WNI yang menjadi awak Kapal Diamond Princess sudah menjalani pemeriksaan di Jepang. Setibanya di Indonesia, pemerintah akan kembali menjalankan pemeriksaan pada mereka, termasuk di antaranya pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), pemeriksaan DNA untuk mengidentifikasi virus.

Muhadjir mengatakan bahwa evakuasi akan dilakukan setelah Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah Jepang.

Menko PMK Muhadjir Effendy. Foto: SP/Joanito de Saojoao
Menko PMK Muhadjir Effendy. Foto: SP/Joanito de Saojoao

Menurut dia, WNI yang dievakuasi dari Diamond Princess selanjutnya akan dibawa ke Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, untuk menjalani observasi.

"Nanti akan diatur sedemikian rupa dan itu menjadi domain atau tanggung jawab dari Kementerian Kesehatan. Pak Menkes nanti," kata Muhadjir.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa dari 78 WNI yang bekerja di Diamond Princess ada sembilan orang yang dinyatakan terinfeksi virus korona baru namun satu di antaranya sekarang sudah dinyatakan sehat, bebas dari COVID-19.

"Itu artinya dari 78 dikurangi delapan, maka tersisa 70 orang ABK yang diizinkan evakuasi ke Indonesia. Tapi berdasarkan informasi dari perusahaan, dua di antaranya memilih untuk tetap tinggal dan tidak mau dievakuasi," kata dia.

Retno mengatakan bahwa evakuasi sifatnya sukarela, kalau ada warga yang menyatakan atau memutuskan untuk tinggal maka pemerintah tidak akan memaksakan untuk mengevakuasi mereka.

Ia menambahkan, jumlah WNI yang akan dievakuasi dari Diamond Princess masih mungkin berubah sampai proses evakuasi dilakukan sesuai dengan perkembangan di lapangan.

Pemerintah saat ini tengah mengangkut 188 WNI dari Kapal World Dream menggunakan KRI dr Soeharso menuju fasilitas observasi di Pulau Sebaru Kecil.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN