Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemkes), dr. Siti Nadia Tarmizi. Sumber: BSTV

Woow.., Ada Belasan Juta Vaksin Kedaluarsa, Ini Kata Kemenkes

Sabtu, 9 April 2022 | 22:33 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Belasan juta vaksin Covid-19 dikabarkan telah kedaluarsa.  Padahal sejumlah daerah, di antaranya Kota/Kabupaten Bogor pada April ini kehabisan stok vaksin sehingga kesulitan melakukan booster.

Menggapi kabar tersebut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi pun memberi tanggapan. "Ada beberapa hal penyebab mengapa vaksin tersebut bisa kedaluwarsa. Vaksin yang habis masa edarnya dikarenakan karena laju penyuntikan di kabupatan/kota dan puskesmas atau sentra vaksin yang kurang. Dan juga perhitungan tentang jumlah sasaran yang akan divaksin," katanya ketika dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (9/4/2022).

Penyebab lainnya, lanjut dr Nadia, adalah bagaimana mengelola vaksin sehingga bisa meminimalkan potensi yang akan segera habis masa edarnya.

Selain itu distribusi yang luas hingga daerah-daerah juga mempengaruhi sistim distribusi dan penggunaan vaksin tersebut. Vaksin cukup stoknya, kalaupun ada yang menipis dikarenakan antusiasme vaksinasi karena akan mudik yang menjadi syarat dari pemerintah, yakni sudah menerima booster atau dosis kedua dengan disertai tes PCR.

dr Nadia menjelaskan daerah yang potensi tersebar di seluruh kabupaten/kota, ada yang lambat dan tidak melakukan inovasi percepatan vaksinasi serta yang tidak mencapai target sasaran vaksinasi, akan menyebabkan vaksin habis masa edarnya.

"Agar hal ini tak terjadi lagi ke depan, perlu adanya strategi untuk pengelolaan vaksin dan percepatan penyuntikan pada sasaran, termasuk misalnya door to door langsung ke masyarakat," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes itu.

Sebagaimana diketahui, Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, berdasarkan data 25 Maret 2022, total vaksin yang sudah tiba di Indonesia itu sejumlah 434.610.326 dosis. Vaksin ini terdiri dari 308,9 juta dosis pengadaan bilateral dan 125,7 juta dosis dari hibah dan Covax-GAVI.

Hal itu disampaikan Honesti dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Panja Komisi IX DPR, membahas tentang pengawasan terhadap vaksin Covid-19, bersama kepala BPOM dan direktur utama PT Bio Farma, di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta, Rabu (6/4/2022).

Honesti menyebutkan dari jumlah vaksin yang dimiliki Indonesia, ada vaksin yang sudah masuk masa kedaluwarsa atau berpotensi kedaluwarsa. Bahkan untuk bulan April 2022 ini ada sebesar 1,53 juta atau tepatnya 1.531.370 dosis akan berpotensi kedaluwarsa.

“Kita lihat pada status bulan April, akan ada potensi sebesar 1,53 juta dosis berpotensi expired di bulan April 2022. Sampai akhir Maret 2022, ada sebanyak 19,32 juta dosis sudah kedaluwarsa," katanya.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN