Menu
Sign in
@ Contact
Search
Yasonna Laoly. (Foto: Antara)

Yasonna Laoly. (Foto: Antara)

Yasonna: Agama Bisa Jadi Berkat dan Pemersatu, Tetapi Bukan Penyatuan

Rabu, 14 September 2022 | 12:52 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly menegaskan agama bisa menjadi berkat dan pemersatu, tetapi bukan penyatuan. Pemersatu lebih kepada sikap toleransi ajaran keagamaan.

Baca juga: Wamenag Ajak Ormas Keagamaan Merawat Persatuan dan Kerukunan Umat

Hal tersebut disampaikan Yasonna dalam acara Konferensi Internasional Virtual yang bertajuk "Kebebasan Beragama, Supremasi Hukum, dan Literasi Keagamaan Lintas Budaya", Selasa (13/9/2022) malam.

Dia menerangkan secara terminologi kata agama berasal dari bahasa sansekerta, yaitu ‘a’ yang berarti tidak dan ‘gama’ yang berarti kacau.

“Dengan demikian, agama adalah aturan yang mengatur manusia agar kehidupannya menjadi teratur dan tidak kacau,” kata Yasonna Laoly.

Baca juga: Mahfud: Indonesia Laboratorium Pluralisme dan Toleransi

Oleh karena itu, lanjutnya, diharapkan dengan adanya pengamalan nilai agama yang dianut, para pemeluk agama dapat mewujudkan suasana ketertiban yang merupakan salah satu fungsi hukum itu sendiri.

“Agama bisa menjadi berkat dan pemersatu, akan tetapi bukan penyatuan. Konsep pemersatu bukan berarti penyeragaman, karena jika penyeragaman maka inilah yang akan menyebabkan konflik umat beragama. Pemersatu itu lebih kepada sikap toleransi ajaran keagamaan,” terang Yasonna Laoly.

Oleh karenanya, Yasonna menegaskan umat beragama harus mengedepankan apresiasi terhadap keberagaman keberagaman atau pluralitas. Dengan adanya rasa apresiasi terhadap keberagaman, maka terwujudlah rasa kemanusiaan yang beradab seperti pada sila ke-2 Pancasila. Kemudian terwujudlah memperlakukan manusia dengan adil seperti sila ke-5, dan terwujudlah kesatuan seperti sila ke-3.

Baca juga: Yasonna Perluas Larangan Orang Asing Masuk Indonesia, Termasuk TKA di Proyek Strategis

Menurutnya, kemajemukan agama menuntut semua umat beragama agar bisa bergaul dan berdiskusi dengan umat beragama lain. Tidak manusiawi jika ada sesuatu kekerasan atau kejahatan yang bertujuan untuk memaksakan agama kepada orang lain. “Karena yang namanya agama adalah sebuah keyakinan yang dipercayai oleh masing-masing orang,” tegas Yasonna Laoly.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com