Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkumham Yasonna H Laoly di depan makam istrinya tercinta Elisye Widya Ketaren,  di San Diego Hills Memorial Park

Menkumham Yasonna H Laoly di depan makam istrinya tercinta Elisye Widya Ketaren, di San Diego Hills Memorial Park

Yasonna Laoly: Istri Saya Telah Berjuang, Saya Ikhlas dengan Kepergiannya

Sabtu, 12 Juni 2021 | 23:15 WIB
Fana Suparman

JAKARTA, investor.id  - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengaku ikhlas atas meninggalnya sang istri, Elisye W Ketaren pada Kamis (10/6/2021).

Yasonna menyebut perempuan yang dinikahinya setelah lulus kuliah itu telah berjuang sekuat tenaga melawan penyakit kanker yang diderita selama beberapa waktu terakhir.

Hal itu disampaikan Yasonna saat memberi sambutan dalam acara pemakaman Elisye di Sandiego Hills, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021).

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian yang sungguh besar untuk mengurus pemakaman Elisye W Ketaren, ibu dari anak-anak kami, nenek dari cucu-cucu kami, dan istri saya tercinta. Seandainya ada kesalahan yang dilakukan istri saya, atas nama keluarga saya minta dimaafkan," ungkap Yasonna.

Almarhumah Elisye W Ketaren, istri dari Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Foto: Dokumen Humas Kemkumham
Almarhumah Elisye W Ketaren, istri dari Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Foto: Dokumen Humas Kemkumham

"Kami sekeluarga ikhlas. Bahwa 51 hari dia berjuang di rumah sakit, bahkan terhitung sejak bulan Desember tanggal 20, dia melawan sakitnya. Malamnya (sehari sebelum meninggal dunia, red.), dia mengerang kesakitan. Saya katakan ‘Berjuanglah’," ucap Menteri asal Sorkam, Tapanuli Tengah itu.

Yasonna mengungkapkan di tengah perjuangan melawan sakitnya, sang istri meminta agar dirawat di rumah demi bisa bertemu dengan cucu-cucunya.

"Sebenarnya, dia selalu minta pulang. ‘Dua jam saja bawa saya pulang, dua jam saja. Mana cucu saya, bawa saya pulang, mana cucu saya’," kata Yasonna menirukan perkataan mendiang istrinya itu.

"Saya telah meminta Kepala Biro Umum Kemenkumham untuk menyiapkan peralatan medis karena dia terus memaksa untuk saya bawa pulang. Ternyata, itu adalah pulang ke rumah Bapa di surga," ungkap menteri berusia 68 tahun tersebut.

Jenazah Elisye Widya Ketaren, istri Menkumham Yasonna H Laoly, hendak dimakamkan di San Diego Hills Memorial Park. Foto: Dokumen Humas Menkumham.
Jenazah Elisye Widya Ketaren, istri Menkumham Yasonna H Laoly, hendak dimakamkan di San Diego Hills Memorial Park. Foto: Dokumen Humas Menkumham.

Diketahui, mendiang Elisye W Ketaren meninggal dunia di RS Medistra, Jakarta Selatan, pada Kamis (10/6/2021) sekitar pukul 15.25 WIB. Jenazah kemudian disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RS Gatot Subroto untuk kemudian dimakamkan di pemakaman Sandiego Hills, Karawang.

Selama menikah dengan Yasonna Laoly, Elisye W Ketaren dikaruniai empat orang anak. Mereka adalah Novrida Lisa Isabella Laoly, Francisca Putri Askari Laoly, Yamitema Tirtajaya Laoly, dan Jonathan Romy Laoly.
Yamitema menyebut mendiang sang ibu sebagai wanita hebat yang berperan besar mendukung segala langkah dan pekerjaan Yasonna. Hal itu disampaikan Tema, sapaan Yamitema dalam acara ibadah penghiburan di Graha Pengayoman Kemkumham selepas acara pemakaman.

"Sering saya dengar bahwa di balik pria hebat ada wanita hebat. Itu saya amini dengan ibu saya. Mengingat saat saya kecil, ibu bekerja terus. Mulai dari bekerja di salon, membantu Bapak menjadi loper koran, pernah bekerja sebagai buruh pabrik, memasukkan kerupuk ke dalam plastik, lalu bekerja sebagai kasir," tuturnya.

Tema mengaku banyak belajar mengenai hidup dari sang ibunda.

"Saya selalu ingat, apapun itu, enggak ada yang berubah, sama saja, sampai Bapak terpilih jadi anggota DPRD, DPR, hingga Menteri, dia hidup sederhana dan tetap rajin menabung. Itulah yang diajarkan kepada saya. Saya ingat, bahwasanya tidak boleh kita merasa besar diri. Harus tetap ingat asal kita dari mana, kita bukan siapa-siapa dulunya," ungkap Tema.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN