Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel A Pangerapan. (IST)

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel A Pangerapan. (IST)

Kemenkominfo Putus Akses 7 Situs dan 5 Grup Medsos Berisi Jual-Beli Organ Tubuh

Jumat, 13 Jan 2023 | 23:05 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memutus akses tujuh situs dan lima grup media sosial (medsos) yang memuat konten jual-beli organ tubuh manusia. Pemutusan akses tersebut sudah dilakukan sejak Kamis (12/1/2023).

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel A Pangerapan mengatakan, pemutusan akses itu dilakukan sesuai permintaan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Negara RI (Polri).

“Kami sudah menerima surat dari Bareskrim Polri kemarin dan hari ini (Jumat). Isinya meminta Kemenkominfo untuk melakukan pemutusan akses atas tujuh situs yang memuat konten manipulasi data tersebut,” jelas Semmy, panggilan Semuel A Pangerapan, di Jakarta Pusat, Jumat (13/1/2023).

Baca juga: Bersih-Bersih Ruang Digital, Kemenkominfo Tangani 1321 Hoaks Politik

Advertisement

Menurut dia, sebelumnya, Tim AIS Kemenkominfo telah melakukan pemantauan terhadap beberapa situs dan akun medsos yang diduga memuat konten jual-beli organ tubuh.

“Kami melakukan pencarian situs jual-beli organ tubuh manusia seperti yang disampaikan penyidik Kepolisian yang tengah menangani kasus di Makassar dengan laporan adanya situs jual-beli organ tubuh lewat Yandex,” tuturnya.

Selain menemukan situs, Tim AIS Kemenkominfo menemukan lima grup medsos Facebook dengan konten serupa. Kemudian, hasil temuan tersebut disampaikan kepada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk mengonfirmasi pelanggaran yang terjadi.

“Semua datanya kami kirimkan untuk memastikan situs tersebut benar-benar melanggar hukum. Lalu, Bareskrim Polri mengirim surat untuk memutus akses tiga situs pada hari Kamis dan hari ini (Jumat) ada 4 situs,” tuturnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tujuh situs tersebut melanggar Pasal 192 jo Pasal 64 ayat (3) UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang berbunyi, Setiap orang yang dengan sengaja memperjualbelikan organ atau jaringan tubuh dengan dalih apa pun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Ketiga situs tersebut sudah tidak bisa diakses secara normal per Kamis (12/1/2023), pukul 22.00 WIB. Dan, empat situs akan diputus aksesnya dalam kurun waktu satu kali 24 jam ke depan,” jelas Semmy.

Baca juga: Kemenkominfo Telah Blokir 7.089 Fintech Ilegal dan Langgar Aturan

Dia melanjutkan, pemutusan akses situs dan akun media sosial dilatari pertimbangan ada indikasi tindak pidana memperjualbelikan atau jaringan tubuh dengan dalih apa pun yang dilarang dan sangat meresahkan masyarakat.

“Berdasarkan hasil profiling dan analisis semua situs itu berada atau dibuat di luar negeri,” tandasnya.

Masyarakat pun didorongnya untuk segera melapor ke Kemenkominfo jika menemukan situs sejenis agar bisa dilakukan penanganan sesuai perundangan yang berlaku.

“Peran masyarakat penting untuk membantu penyidikan. Dan, kami mengharapkan masyarakat dapat melaporkan lewat aduankonten.id,” pungkas Semmy.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com