Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Cloudera Data Platform

Ilustrasi Cloudera Data Platform

Cloudera Berdayakan Bank di Asia Pasifik untuk Perangi Kejahatan Finansial

Imam Suhartadi, Kamis, 14 November 2019 | 22:20 WIB

JAKARTA, Investor.id - Perusahaan enterprise data cloud mengumumkan bahwa lebih dari setengah dari 30 bank terbesar di Asia Pasifik (tidak termasuk bank milik negara di China) telah memilih Cloudera untuk meningkatkan strategi data mereka guna mengakselerasi transformasi digital, meningkatkan pengalaman pelanggan, mematuhi regulasi dan persyaratan. Delapan dari 10 bank terbesar di Asia Tenggara adalah pelanggan Cloudera.

Dengan korban kejahatan finansial yang mencapai 75% perusahaan di wilayah Asia Pasifik dalam 12 bulan terakhir, ada tekanan terhadap institusi keuangan untuk mengandalkan data, analitik, machine learningdan teknologi AI untuk mengkapitalisasi informasi yang dibutuhkan demi memerangi kejahatan finansial.

Melihat kerumitan dan luasnya data penting finansial dan pelanggan, banyak institusi keuangan juga telah memanfaatkan platform cloud-agnostic Cloudera yang dioptimalkan untuk skala dan kompleksitas data yang diinginkan industri.

“Kejahatan finansial adalah salah satu tantangan terbesar bagi bank karena ini tidak saja merugikan secara finansial, namun juga berdampak buruk terhadap reputasi dan hubungan dengan nasabah,” ujar Mark Micallef, Vice President of Asia Pacific and Japan, Cloudera dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (14/11).

Dia mengatakan, jaringan kejahatan semakin kreatif dan siap memanfaatkan setiap kesempatan di dalam maupun di luar operasi bisnis. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk mengatasi lanskap data silo dan data yang sangat banyak, institusi layanan keuangan harus mengadopsi pendekatan inovatif untuk memanfaatkan data dan analitik dengan lebih baik dan melindungi dari ancaman yang sudah diketahui maupun yang tidak dikenali, sambil tetap mengikuti perubahan regulasi.

“Kami sangat bangga telah dipilih oleh bank-bank terkemuka di wilayah ini untuk membantu mereka membuat keputusan berdasarkan informasi untuk mengamankan perusahaan mereka seiring dengan pertumbuhan perusahaan,” katanya.

Bank Rakyat Indonesia

PT Bank Rakyat Indonesia Persero) Tbk (BRI) adalah salah satu bank BUMN di Indonesia yang bergerak di bidang penyediaan jasa perbankan secara umum. Bank ini membangun platform big data dimotori oleh Cloudera Enterprise untuk menganalisa data pelanggan dalam jumlah besar yang terakumulasi selama bertahun-tahun. Ini memungkinkan analisa data historis yang terkumpul dalam lima tahun dan menggunakan informasi yang didapatkan untuk mendorong lebih banyak penjualan melalui cross-selling dan upselling.  

BRI juga menggunakan Cloudera Data Science Workbench untuk mengembangkan model machine learning untuk mendeteksi penipuan. Sistem baru ini akan memproses dan mendeteksi pemalsuan secara real time, dengan menyoroti anomali yang ditemukan di rangkaian peristiwa dari beberapa touch point pelanggan seperti ATM dan portal internet banking.   

“Karena nasabah mengubah cara mereka melakukan aktivitas perbankan dan mengingat canggihnya penipuan, bank harus memanfaatkan data dan melakukan pendekatan baru untuk menumbuhkan dan melindungi bisnis mereka,” kata Indra Utoyo, Direktur IT dan Operasi, BRI.

United Overseas Bank

United Overseas Bank (UOB) adalah bank terkemuka di Asia dengan jaringan global lebih dari 500 cabang dan kantor di 19 negara dan wilayah Asia Pasifik, Eropa dan Amerika Utara. Bekerja sama dengan Cloudera, UOB membangun platform big data kelas enterprise.

Dari platform tersebut tim analitik bisa mengakses data yang relevan dan berkualitas untuk meningkatkan proses bisnis dan mengembangkan solusi baru berdasarkan kecerdasan buatan dan machine learning. Sebagai contoh, untuk membantu memerangi kejahatan finansial, salah satu dari solusi machine learning memungkinkan analis UOB untuk mengurangi positif palsu atau false positive dari dugaan transaksi pencucian uang sebesar 40%.

“Di UOB penggunaan machine learning dan analitik data adalah komponen inti dari pendekatan kami untuk mendeteksi dan mencegah pencucian uang,” kata Richard Lowe, Chief Data Officer, UOB.

YES BANK

Yes Bank adalah bank swasta terbesar keempat di India dengan keberadaan di 29 negara bagian dan tujuh Union Territories of India. Dengan mengadopsi Cloudera Enterprise, bank ini bisa menciptakan kampanye yang disesuaikan untuk pelanggan di semua perjalanan pelanggan mereka. Solusi ini juga memungkinkan bank untuk menggunakan machine learning dan model prediktif untuk mentransformasi proses yang sudah ada untuk mendeteksi penipuan dengan lebih cepat.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA