Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi pengaturan tempat duduk di tempat kerja dalam masa new normal

Ilustrasi pengaturan tempat duduk di tempat kerja dalam masa new normal

Delmia Quintiq Workforce Planner Membantu Bekerja di Kantor Secara Aman

Senin, 27 Juli 2020 | 22:58 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid-19 mengubah dinamika manajemen tenaga kerja perusahaan. Saat pemerintah melonggarkan berbagai pembatasan terkait PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dan para karyawan mulai kembali bekerja di kantor, muncul tantangan baru yang dihadapi perusahaan terkait panduan dimulainya kembali kegiatan bekerja, penerapan jarak aman, pengendalian di perbatasan negara/wilayah dan anjuran terkait perjalanan ke satu negara/wilayah.

Di Dassault Systèmes, keselamatan kerja sangat penting, baik untuk karyawan, mitra maupun pelanggan. Kami menggunakan solusi dari portofolio kami yaitu Back to Office Workforce Planner untuk mengatur karyawan yang kembali bekerja di kantor. Demikian keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (27/7).

Ada lima faktor penting yang dipertimbangkan dalam merencanakan kembalinya karyawan ke kantor.

  1. Pembatasan dari Pemerintah: Setiap pemerintah memiliki aturan pembatasan yang berbeda dan peraturan pembatasan sosial juga diterapkan di lingkungan kantor.

  2. Persyaratan Bisnis: Meskipun banyak perusahaan memberi kesempatan kepada para karyawannya untuk bekerja dari rumah, ada karyawan-karyawan tertentu yang harus bekerja di kantor

  3. Prioritas Bisnis dan Tugas: Tergantung pada tugas karyawan di departemen mereka masing-masing, ada karyawan yang harus diprioritaskan untuk bekerja di kantor

  4. Kondisi Personal: Manusia adalah inti dari bisnis. Setiap karyawan mungkin punya kondisi khusus yang berbeda – mulai dari harus menjaga anak atau orang tua, hingga tidak memiliki fasilitas untuk bekerja dari rumah. Semua ini harus dipertimbangkan.

  5. Preferensi Pribadi: Beberapa orang mungkin memiliki preferensi untuk bekerja dari rumah atau di kantor. Hal ini harus dipertimbangkan juga.

Back to Office Workforce Planner membuat perencanaan berdasarkan okupansi kantor yang diinginkan. Sebagai contoh, di Dassault Systèmes mengambil pendekatan bertahap, mulai dari okupansi kantor sebesar 25% dan perlahan meningkat menjadi 50%, sebelum semua karyawan kembali ke kantor beberapa bulan dari saat ini. Shift kantor dibuat dan diterapkan untuk para karyawan.

Melakukan perencanaan secara manual dengan mempertimbangkan semua data di atas untuk kantor dengan puluhan atau ratusan karyawan sangat menjemukan, memakan waktu dan rawan kesalahan.

Dengan otomatisasi penugasan ini jajaran manajemen senior dapat  fokus pada tugas-tugas yang lebih penting – memandu bisnis melalui kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya, berkomunikasi dengan karyawan dan mempertahankan mereka, serta membuat strategi serta positioning bisnis untuk masa depan.

Back to Office Workforce Planner sudah digunakan di kantor-kantor Dassault Systèmes di Australia, Malaysia dan Singapura, dan segera digunakan di Jepang dan India. Penggunan planner di negara-negara lainnya seiring dengan para karyawan kembali mulai bekerja di kantor.

Back to Office Workforce Planner adalah versi sederhana dari DELMIA Quintiq Workforce Planner, yang mencakup seperangkat tool untuk membuat perencanaan dan mengoptimalkan karyawan di sektor pemerintahan, layanan publik, bandar udara, korporasi dan pabrik, di seluruh dunia termasuk Indonesia.

 

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN